Wednesday, April 16, 2008

Jurus Memburu Kredit Usaha


Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Bank mengambil peranan yang sangat penting dalam dunia usaha baik itu di jaman dahulu maupun saat sekarang dan masa depan, walaupun banyak nasehat-nasehat orang tua di alamatkan kepada kita bahwa jangan pinjam duit bila ingin berbisnis atau berusaha apalagi usaha itu baru berjalan.

Orang tua kita tidak salah sama sekali, justru nasehat dari beliau-beliau inilah kita cermati dengan baik, kita pelajari plus minus mendapatkan pinjaman dana dari bank, kita hitung dengan cermat berapa jumlah yang pantas dan sesuai dengan kemampuan kita sendiri baru kita putuskan untuk pinjam atau tidak dari bank.

Tanpa kita pinjem duit dari bank, sebenarnya peranan bank itu sendiri sangat penting, seperti media transaksi penjualan dan pembelian, pengiriman dana, penitipan dana, dll, tanpa bank akan terlihat betapa repotnya kita membawa-bawa uang sebagai alat tukar menukar perdagangan, bayangin kalo jumlahnya jutaan, ratusan juta sampai milyaran mungkin kita perlu peti besar untuk membawanya dan memberikan kepada orang yang menjual atau membeli produk kita, hemm... gak efisien kan..??

Sifat pinjaman itu sendiri bermacam-macam ada yang konvensional seperti bank umum sekarang ini, ada yang modelnya syariah yang lagi trend. Untuk permodalan juga banyak didukung oleh institusi-institusi lain selain oleh Bank, seperti modal ventura, dana kemitraan BUMN, LSM, Kredit Union dan Departemen-departemen yang menyalurkan dan.

Siapa yang tidak berminat mendapat tawaran kredit usaha ? Bagi seorang pengusaha bertambahnya modal adalah menggelembungkan harapan. Segepok keuntungan terbayang di depan mata dengan modal besar di tangan. Tapi apakah semudah membiakkan modal usaha dengan batuan kredit? Persoalan kredit usaha menjadi dua sisi mata uang: bisa mendatangkan keuntungan atau kerugian bagi usaha.

Kredit usaha bisa mendatangkan kerugian bila cicilan pokok utang berikut bunganya menggerus keuntungan usaha. Itu bisa terjadi bila kredit tidak dikelola dengan benar. Orang yang alergi terhadap kredit, sah-sah emoh mengambil cara seperti ini. Mereka khawatir, secara perlahan bisnisnya akan karam. Kredibilitasnya di mata kreditor pun hilang begitu saja.

Tapi disisi lain peran kredit usaha begitu besar. Banyak manfaat bisa diambil dari kredit usaha asal saja dikelola dengan benar. Kredit atau utang bisa menjadi semacam pendongkrak usaha. Ibarat naik sepeda lalu sepedanya ditempeli mesin maka larinya makin kencang. Bisnis yang ditekuni dapat berkembang pesat dengan bantuan kredit.Akhirnya modal yang ditanam dapat kembali dengan cepat pula.

Kalau kredit usaha diambil dengan porsi yang tepat, dengan peruntukan yang pas dan dikelola dengan baik maka hasilnya akan lebih besar dibanding dengan usaha yang tanpa kredit. Katakanlah seorang pedagang dengan modal pas hanya mampu berjualan kue di pinggir jalan. Tapi bila ada tambahan modal, dirinya bisa berjualan minuman sekaligus rokok yang memang laku di tempat yang ramai seperti itu.

Persoalannya adalah: pertimbangan seperti apa yang harus dilakukan ketika akhirnya memutuskan mengambil suatu kredit. lalu, bagaimana pula mengelolanya dengan baik agar keputusan mengambil kredit tidak membuat usaha terjerembab, tapi malah lari kencang.

Jenis-Jenis Kredit

Kredit atau utang bisa mempunyai beragam kegunaan dan pembagian kategori. Berdasarkan penggunaan dananya, kredit konsumsi atau pinjaman non usaha, kredit modal kerja, dan kredit investasi. Yang kedua terakhir ini disebut pula kredit usaha.

# Kredit Konsumsi (Pinjaman Non Usaha)
Kredit ini dipakai nasabah untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi. Biasanya dana yang didapat untuk membiayai belanja non produktif. Kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan kendaraan bermotor, kredit alat-alat elektronik dan peralatan rumah tangga mausk dalam kategori ini.

# Kredit Modal Kerja
Dana yang didapat dari kredit modal kerja biasanya ditanam dalam aktiva lancar yang diperlukan dalam menjalankan perusahaan sehari-hari. Artinya kredit ini dipakai untuk membiayai operasional perusahaan bagi kegiatan produksi atau pengadaan barang sampai barang atau jasa itu dijual.

#Kredit Investasi
Kredit ini dipakai unutk memperoleh barang modal atau ditanam di aktiva tetap perusahaan. Misalnya: untuk pendirian bangunan pabrik, pembelian mesin-mesin untuk produksi, peremajaan peralatan yang sudah ada, hingga membeli kendaraan operasional.

Sedangkan berdasar besarnya nilai kredit yang dikucurkan bank atau lembaga pemberi kredit maka kredit dikategorikan sebagai :

#Kredit Mikro: Dana yang diberikan sampai dengan dibawah 50 juta
#Kredit Kecil: Lebih dari 50 juta - 500 juta
#Kredit Menengah: Lebih dari 500 juta - 5 milyar
#Kredit Korporasi: diatas 5 milyar

Semoga bermanfaat !!!


Wassalam


Agus Ali, MM

Pengajar, Profesinal dan Pemilik Perusahaan
PT. Mitra Global Sejahtera (IT Training & Education - www.400education.com)
PT. Putra Purwadi Laborindo (Reseller Peralatan Laboratorium dan Manufacturing)
PT. Putra Instrumenindo (Sole Distributor Peralatan Lab dab Mfg)
CV. Ceria Karya Utama (Autobridal 32 Cipinang, Cuci & Salon Mobil)

1 comment:

Michellen Haward said...

BERLAKU UNTUK KREDIT ANDA

Apakah Anda seorang pengusaha atau wanita? Apakah Anda stres keuangan? Anda perlu uang untuk memulai bisnis Anda sendiri? Apakah Anda memiliki pendapatan rendah dan sulit untuk mendapatkan pinjaman dari bank lokal dan lembaga keuangan lainnya? Jawabannya ada di sini, MichelleN Haward Kantor Pinjaman adalah jawaban untuk menawarkan semua jenis pinjaman kepada masyarakat atau siapa pun di Nees bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman sebesar 2% suku bunga untuk individu, perusahaan dan perusahaan di bawah kondisi yang jelas dan mudah. hubungi kami hari ini via e-mail di michellenhawardloans@gmail.com

Catatan: Semua pemohon harus di atas 18 tahun