Friday, April 18, 2008

Jaminan Kredit Usaha


"Pak kalo saya mau minjem duit gimana caranya ? terus kalo gak punya jaminan bagaimana ? bisa enggak ?"

Pertanyaan basic banget yaa,.. dan banyak yang ditanyaain oleh para pengusaha baru kepada orang bank, sayangnya beberapa temen, saudara atau orang lain yang tahu tidak memberikan informasi detail mengenai ini.

"Hari gini mau pinjem duit kagak pake jaminan ?? percaya doang sama situ mah kagak cukup" barangkali itu adalah jawaban dari pegawai bank yang anda tanyakan langsung, tentunya sambil senyum-senyum dan tetep sopan kepada anda, maksudnya sih ingin menjelaskan bahwa semua pinjeman lewat bank pasti ada jaminanya. Bentuknya bisa berupa:

1. Tanah dan Bangunan

Kalo kita punya tanah dan bangunan ini nih pastinya agunan yang paling oks banget untuk jaminan di bank. Tapi gak semuanya bisa jadi oke kalo legalitasnya gak ada alias hasil tepu-tepu, salah-salah anda bisa kena pidana karena akibat anda sendiri yang tepu-tepu.

Nah makdarit ..maka dari itu Tanah dan Bangunan harus punya status kepemilikan seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), dua-duanya oke tuh bisa dijaminin di bank, kalo misalnya masih GIRIK harus dinaikin jabatannya jadi HGB atawa SHM.

Pertanyaan lain kalo misalnya punya Kios atau Apartemen gimana dong? bisa juga dijadiin agunan asal statusnya Strata Title yaa bukan sewa jangkan panjang, kalo sewa jangka panjang gak bisa di agunin pastinya.

2. Kendaraan dan Mesin

"Kalo saya gak punya Tanah dan Bangunan, tapi punyanya cuma Kendaraan dan Mesin bagaimana?" nah kalo yang ini beberapa lembaga penyalur kredit seperti pegadaian, bank syariah dan perusahaan ventura masih mau menerima kendaraan bermotor sebagai jaminan.

Kendaraan yang dijaminin juga gak sembarangan kendaraan, harus masih bisa dipakai, tahun produksi atau usia kendaraan juga jadi syarat utama nah satu lagi nih yang penting di asuransikan kendaraannya, karena dengan asuransi itu kerusakan sampai pada kehilangan bisa ter-cover.

Kalo jaminan mesin-mesin pabrik itu umumnya diterapin sama Bank Syariah dengan akad murbahah (jual-beli). Yang menjadi jaminan adalah mesin-mesin yang dibeli oleh nasabah melalui pembiayaan dari bank syariah tersebut.

3. Perhiasan

Untuk yang ini pihak debitur akan menyerahkan emas, permata atau berlian pada krediturnya untuk sementara waktu. Selama urusan angsuran kredit masih belum lunas, perhiasan-perhiasan akan tetap berada di tangan san kreditur.

4. Tanpa Jaminan

Selain yang pake jaminan ternyata ada loo yang kagak pake ,.. caranya dengan melihat-lihat deh kredit yang disalurkan oleh BUMN, karena misinya adalah pengembangan dan pendampingan pengusaha kecil gak jarang juga BUMN-BUMN itu gak minta jaminan secuil pun, tapi juga pinjemannya pasti lebih kecil, karena jadi rebutan nih para UKM.

Tapi yaitu efeknya si UKM akan di survey secara ketat, ada juga sih beberapa BUMN atau modal ventura yang minta jaminan tetapi nilainya lebih rendah dari nilai kredit, contoh minjem 100 juta jaminan cuma 75 juta kalo dinilai.. yahh lumayanlah


Semoga bermanfaat

1 comment:

Celline said...

Dear Bapak Agus Ali,

Tulisan Bapak sangat menarik, terutama pada bagian kredit (relatif) tanpa jaminan dari BUMN.

sekedar sharing info, rencananya januari 2009 akan diluncurkan kredit usaha tanpa bunga dengan jaminan reputasi. kredit ini khusus untuk konsumen jabodetabek. pembayaran cicilan pertama dimulai bulan ke-7. jangka waktu maksimal 18 bulan.

info lebih lengkap di: http://www.indelsa.biz/

mudah - mudahan info ini bermanfaat.

salam,

celline dirgantara
celline@indelsa.biz