Sunday, March 17, 2013

FRANCHISE INDONESIA PAYAAHHH...!

Assalamualaikum Wr wbr,

Senin semangat, untuk lebih menambah semangat berikut saya copy paste kan tulisan yang sangat bagus dari Pak Burang Riyadi konsultanfranchise.blogspot.com.

Ini tulisan lama, tapi menurut saya bisa digunakan sepanjang masa, bisa dipakai untuk pengusaha2 TDA yang baru mulai usaha dan berniat mem franchise kan usahanya.

Saya pernah beli franchise, dan memang payaahhhh,.. harusnya pemilik franchise dan pembeli franchise (termasuk saya hehe) mengikuti saran-saran dari Pak Burang ditulisan ini:

FRANCHISE INDONESIA PAYAAHHH...!!

"Franchise Indonesia payaahhh... Orang kita belum siap menerima bisnis franchise..."
Begitulah ungkapan beberapa pengusaha bisnis franchise (franchisor) lokal yang telah mengembangkan bisnisnya dengan sistem franchise. Beberapa dari mereka adalah klien kami juga, yang semula begitu antusias mengembangkan jaringan outletnya dengan franchising. Bahkan beberapa franchisor tersebut adalah penerima Franchise Award dari beberapa media dan lembaga.

Apakah memang benar ungkapan dari beberapa franchisor di atas? Paling tidak saya membenarkan bahwa presepsi dan citra franchise lokal Indonesia tidak banyak yang langgeng. Kantor konsultan franchise IFBM (International Franchise Business Management) tempat saya dan beberapa teman berjihad, pernah melakukan survey pada tahun 2011 dan mendapatkan hasil bahwa rata-rata hanya 20% jaringan outlet franchise yang gagal dari para pengusaha bisnis franchise (franchisor) yang memfranchisekan bisnisnya. Tetapi pada perkembangannya, citra yang terbentuk dari bisnis franchise lokal kita memang berkembang seperti ungkapan di atas.

Sebagai pembimbing dan pengamat bisnis franchise yang telah menjalankan kegiatan ini lebih dari 17 tahun lalu, saya bisa memahami situasi para franchisor (pemberi waralaba) yang telah menjalankan bisnis franchise nya tersebut. Kebanyakan dari mereka, para pengusaha bisnis franchise, masih banyak yang hanya berkonsentrasi pada peningkatan teknis operasional bisnisnya saja dan sangat kurang melakukan peningkatkan dan pengembangan entrepreneurship dari para franchisee -nya (penerima waralaba).

Dalam franchising, seharusnya konsentrasi dari para franchisor adalah: 'bagaimana membuat para mitra franchisee -nya untuk dapat segera mandiri dan terampil dalam menjalankan bisnis franchise -nya dan menjadi sukses'. Jika franchisor hanya mempersiapkan diri untuk sekedar melakukan support saja, tanpa memberdayakan para mitra franchisee -nya menjadi pengusaha sukses yang mandiri, maka semakin banyak jaringan outlet akan membuat franchisor menjadi semakin sibuk dan melepaskan fungsi pemberdayaan kepada para franchisee -nya. Hal ini secara akumulatif juga akan membuat para franchisee merasa franchisornya mengecewakan mereka.

Franchisor yang mengeluh dan menganggap franchise di Indonesia makin payah, sebenarnya mereka tidak mempunyai pemahaman yang lengkap mengenai konsentrasi pengelolaan franchise yang efektif. Mereka tidak mempunyai program yang sistematik dan efektif untuk membimbing para franchiseenya menjadi entrepreneur yang tangguh. Para franchisor harus membuat bobot program yang cukup untuk menjadikan para franchisee -nya menjadi "businessman" yang sukses.

Pasti mereka akan tetap melihat bahwa para franchisee -nya semua payah, jika franchisor hanya memberikan pelatihan kepada franchiseenya selama 2 minggu hingga 1 bulan tanpa ada program lanjutan yang membuat franchisee menjadi pebisnis tangguh.

Beberapa franchisor lokal dengan merek yang sudah terkenal bahkan tidak mempunyai training center. Ada juga yang tidak pernah mengunjungi outlet franchiseenya lagi setelah pembukaan outletnya 2 tahun yang lalu.

Saya melihat ada franchisor yang memiliki training center yang canggih, tetapi program trainingnya hanya berkisar pelatihan operasional saja. Program trainingnya tidak mengarah untuk menciptakan para franchiseenya menjadi pebisnis mereka yang tangguh. Maka, wajar saja bila banyak franchisor yang mempunyai presepsi bahwa franchise itu payah dan para pembeli franchise di Indonesia "tidak mengerti" franchise.

Dari pengalaman 17 tahun membantu mengembangkan bisnis franchise, berikut ini adalah catatan saya mengenai kunci sukses membangun bisinis franchise:

1. Business Mastery.
Saya masih melihat banyak franchisor yang sudah menawarkan franchisenya, tetapi sebenarnya dia tidak mastery dalam berbisnis. Mereka tidak paham mengorganisasi bisnisnya, tidak bisa membaca laporan keuangan, tidak paham mengenai manajemen pemasaran, dan bahkan mereka tidak memahami index-index bisnis di industri yang difranchisekan tersebut. Jika demikian halnya, maka franchisor ini pasti belum pantas menjadi "guru" dan pembimbing bagi para franchiseenya. Wajar jika franchiseenya banyak yang gagal atau merasa lebih baik menjalankan bisnisnya semaunya sendiri.

2. Standard Business Model.
Beberapa franchisor tidak mempunyai business model yang standar, sehingga setiap mempunyai franchisee baru akan ada ketetapan baru yang intuitive. Franchisor ini tidak mempunyai visi dan tidak berorientasi membangun bisnisnya. Franchisor ini pasti juga tidak mempunyai organisasi yang mapan. Prosedurnya berubah-ubah. Dan bahkan saya bertemu juga dengan franchisor lokal dari usaha cafe yang menyerahkan seluruh pendirian outletnya dan prosesnya kepada franchisee asalkan dia membayar lebih banyak.
Dalam standard business model diperlukan paling tidak dua standarisasi, yaitu: standarisasi bentuk (desain, ukuran, peralatan, perlengkapan, organisasi), dan standarisasi proses (proses marketing, proses operasional dan proses administrasi).

3. Good start.
Mengawali dengan benar. Sukses bekerjasama dengan franchisee untuk jangka waktu paling tidak 5 tahun harus diawali dengan permulaan yang baik dan tepat. Hal ini yang seringkali menyebabkan kegagalan dalam franchising. Saya menempatkannya sebagai penyebab kegagalan ranking yang ke dua.

Franchisor harus memilih mitra franchisee yang cocok dengan dia dan bisnisnya untuk bisa menjalin kerjasama selama masa kontrak. Kenyataannya, banyak franchisor lokal yang tidak perduli dengan kecocokan asalkan calon franchisee mau membayar. Ada tiga hal yang perlu dimulai dengan baik dan tepat:

a. Franchisee yang tepat: baik karakternya, cooperativeness, punya modal yang cukup, dan punyak kemampuan (teknis) menjalankan bisnisnya.
b. Perjanjian Franchise yang lengkap dan jelas.
c. Memastikan bahwa calon franchisee memahami kerjasama franchise dan perjanjian bisnis yang akan dijalankan. Ini bagian paling penting!

4. Ongoing Management.
Pengelolaan kerjasama franchise yang berkesinambungan. Bukan hanya menjual franchise dan meninggalkan franchisee.
Kegagalan melakukan pengelolaan yang berkesinambungan ini adalah penyebab kegagalan bisnis franchise yang utama. Cara untuk menjadikan bisnis franchise menjadi sukses adalah dengan menjadikan para franchiseenya pebisnis yang sukses.

Berikut ini adalah beberapa program ongoing management yang perlu dilakukan franchisor dalam mengelola bisnis franchise:

a. Training development yang berorientasi kepada suksesnya outlet franchisee.
b. Branding dan marketing development: memperkuat branding akan membuat franchisee lebih mudah berbisnis. Kembangkan jurus-jurus marketing yang efektif serta kerjasama pemasaran yang akan membantu franchisee lebih mudah berbisnis.
b. Operational Support: yang berorientasi untuk cepat dan tanggap dalam mengatasi masalah teknis. Tingkatkan service level: tepat waktu, tepat jumlah dan tepat jenis.
c. Research and Development: selalu membuat pengembangan yang advance. Sepuluh langkah didepan kompetitor. Banyak franchisor lokal hanya mengembangkan produk dagangannya saja. Sebaiknya franchisor juga meneliti dan mengembangkan business conceptnya yang berorientasi ke masa depan.
d. Relationship program: dimana franchisor punya program yang sistematis untuk membuat para franchiseenya semakin loyal dan semakin giat dengan bisnis franchise yang dijalankannya. Franchisor perlu membuat agar franchisee bangga dan harmonis dalam bekerjasama dengan franchisor. Tidak banyak franchisor lokal yang mempunyai program relationship ini yang teratur dan terdokumentasi dengan standar.

Apakah Franchise Indonesia payaahhh..? Saya sangat sarankan ikuti dulu saran-saran saya di atas. Pasti franchise Indonesia akan menjadi lebih maju dan berani bersaing global.

Konsultan franchise IFBM akan dengan senang hati untuk memfasilitasi small group workshop bagi para pengusaha franchise yang ingin mendalami program-program yang efektif dalam membuat bisnis franchise yang sukses.

Sukses berbisnis franchise di Indonesia dan kembangkan menjadi pemain global..

Burang Riyadi. MBA
franchiseconsultant@ifbm.co.id

Sunday, October 21, 2012

Bisnis Batubara Gimana Sih???


Bicara soal batubara sepertinya gak akan cukup waktunya kalo saya tulis disini pasti panjang sekali, saya akan menceritakan nya dengan singkat mengenai bisnis batubara seluk beluknya kondisi di lapangan serta para pemain batubaranya.

Saya orang baru di batubara banyak hal yang harus saya pelajari, mulai dari keuangan / modal, partner usaha, resiko-resiko maulai yang jecil sampai besar, mendapatkan network yang tepat dan bisa dipercaya mulai dari broker, pemodal ataupun buyer, bila tidak hati-hati efeknya luar biasa, dari bisnis ini bisa kaya sekaya-kayanya atau miskin semiskin-miskinnya. Kalo hidupnya pas-pasan dari bisnis ini pasti ada yg salah.

Karena keuntungannya besar sekali yang sekaligus juga resiko sangat besar, banyak orang tergiur untuk masuk ke bisnis ini, yang membuat saya sangat tertarik karena resiko besar tersebut. Ibarat nya saya akan menaklukkan tantangan paling besar dalam bisnis paling ber resiko yaitu batubara, kalo dari bisnis batubara bisa sukses Insya Allah bisnis-bisnis yang lain lebih mudah menanganinya, maksudnya kita bisa menaklukkan naga Insya Allah ular-ular kecil bisa atasi.

Saya akan sharing ke member komunitas TDA ini sedikit mengenai bisnis batubara, mudah-mudahan berguna, jangan hanya tergiur dengan keuntungannya saja, harus siap menerima resiko bila ingin masuk ke bisnis batubara. 

1. Seperti yang di ketahui bahwa energi alternatif yang paling murah saat ini adalah energi dari batubara, murah karena tersedia di alam tinggal ambil aja, yang membuat mahal adalah biaya untuk mengambil batubara tersebut dari bawah tanah ke atas tanah juga biaya transportasi dan biaya dokumen ijin2 nya. 

2. Batubara adalah proses alami ribuan jutaan tahun lalu dari pohon2 yang berasimilasi menjadi fosil dan hasilnya adalah batubara, makanya kalo diperhatikan batubara mirip dengan arang, kalo arang terbakar, batubara  melalui proses kimiawi dari kandungan tanah udara dan air serta jenis lainnya.

3. Untuk berbisnis batubara ada 6 kategori : 1. Sebagai Trader / Jual Beli, 2. Sebagai Kontraktor (Miner) 3. Sebagai Pemilik IUP OP (IUP Produksi), 4. Sebagai Investor untuk JO (Joint Operation) dengan pemilik IUP OP. 5. Sebagai Broker / Perantara Jual Beli, 6. End User

4. 1. Sebagai Trader (Jual dan Beli) : posisi nya adalah mencari pembeli biasanya pembeli adalah pemakai langsung atau end user seperti ke pabrik2 tekstil, keramik, semen dll. Setelah ada permintaan dari end user, maka trader akan mencari kan spek yang di inginkan end user, biasanya di mulai dengan kalori, GAR atau NAR yang umum adalah GAR cara hitung GAR :

1.       Cara hitung GAR = ADB x (100 – TM /100 – IM)
2.       Kalori tinggi TM rendah --> TM = Total Moisture 
3.       ADB dari sampling

Contoh : 

Total Moisture : 32% - 36%
Inherent Moisture : 12% - 20%
Ash Content : 4% - 8%
Volatile Matter : 38% - 43%
Fixed Carbon : 40% - 45%
Total Sulfur : Max 0.8%
Gross Calorific Value : 4400 - 4200 cal/g ARB


Disini Kalori nya adalah : 5500 - 5300 atau pake GAR 4200 - 4400, yang paling akurat pake GAR gak mungkin meleset kalo pake kalori bisa turun atau naik bila terlalu lama kena panas matahari dan terbakar. Contoh di atas adalah permintaan dari pelanggan dengan spek range yg jelas.

4.2 Sebagai trader anda harus melengkapi semua dokumen dulu untuk bisa menjual batubara, seperti IUP OP (Ijin Usaha Perdagangan - Produksi batubara), COA (Certified of Analysis) atau sertifikat batubara yg sudah di jual, BL Bill of Lading dokumen untuk loading batubara masuk ke tongkang bahwa batubara tsb pernah di jual lewat tongkang atau vessel, ROA Report of Analysis yaitu sertifikat yg dikeluarkan oleh laboratorium tentang jenis batubara yang benar sesuai lab, serta resume tambang yaitu karakteristik batubaranya (spt contoh di atas), Identitas Tambang (nama KP, No IUP OP, Lokasi, Luas Lahan, Deposit dan Kapasitas Produksi),  Pelabuhan dan Logistik yaitu JETY (nama pelabuhan muat, lokasi pelabuhan, jarak tambang ke pelabuhan, kapasitas tongkang yg bisa masuk, serta loading rate berapa dan pake apa), ANCHORAGE (nama anchor port nya apa, lokasi dimana, jarak dari Jety berapa, serta loading rate berapa per hari.

5. Semua dokumen di atas diberikan setelah harga deal dan sebelumnya di buat LOI Letter Of Intent (Surat Ketertarikan Membeli Barang) dari end user ke buyer, setelah semua dokumen diberikan kemudian site survey end user di perkenankan untuk survey ke lokasi tambang atau jety supaya lebih yakin lagi bahwa batubara nya ada dan sesuai spek, bila semua oke lanjut ke MOU untuk kontrak jual beli batubara, walau hanya beli 1 tongkang wajib buat kontrak apalagi ada kontrak tahunan. Setelah itu disepakati kapan mau di kirim batubaranya.

6. Di dalam MOU tercantum harga pembayaran, biasanya kalo miner / penambang langsung harga jualnya cash dgn term pembayaran 50:40:10 yaitu 50% pembayaran DP, 40% saat loading ke tongkang dan 10% saat tongkang jalan ke end user jadi penambang gak menanggung lagi akibat dari transportasi, ada juga penjualan lewat trader yang dibayar pake SKBDN semacam LC lokal atau kalo mau di import pake LC atau SBLC stand by LC kalo cash harga bisa lebih murah kalo pake SKBDN atau LC harga di atas harga cash.

7. Saat ini tidak bisa menerbitkan untuk pemilik KP maka itu biasanya ada Investor yang JO Joint Operation dgn pemilik KP untuk nambang dan Investor kerjasama dengan Miner / penambang untuk mengeluarkan batubara dari bawah tanah dan nanti di jual ke trader bisa lewat broker atau langsung ke trader atau end user. 

8. Misal harga batubara Rp. 400.000 per ton biasanya terdiri dari 100 ribu per metrik ton utk pemilik KP, 100 ribu per MT utk kontraktor, 50 ribu per MT untuk investor sisanya untuk bayar transportasi holing dari lokasi tambang ke jety, bayar sewa lokasi jety, bayar loading unloading, bayar dokumen, bayar tongkang, bayar crusher, bayar conveyor, fee broker dll. Tapi ingat untung 50 ribu / MT untuk investor sudah besar sekali  kalikan 50ribu x 10.000ton (1 tongkang 320feet) = 500 juta keuntungan investor tiap bulan bersih, kalo ada kontrak 1 vessel 50 ribu ton perbulan silahkan hitung sendiri keuntungannya.

9. Pemilik KP besar sekali keuntungannya, ya investor bisa masuk ke perusahaan pemilik KP beli saja sahamnya banyak kok yg dijual jadi pendapatan investor dari pendapatan pemilik KP dan pendapatan JO atau jualan batubara. Pendapatan kontraktor 100ribu ya karena pengeluarannya juga besar, biaya beli alat2 berat atau sewa, biaya solar, biaya sdm, biaya preman, biaya dokumen dll semua dia yg tanggung.

10. Banyak sekali pemain baru di bisnis batubara ini bahkan yang belum pernah pegang dan lihat batubara sekalipun sudah berani menawarkan / menjual batubara atau sebagi investor, dengan hanya melihat proposal mereka berani investasi,.. dan semua uang diserahkan ke kontraktor atau penambang,.. nekat bener, hasilnya banyak yang tertipu,... hal ini sebenernya sama dengan bisnis biasa selain batubara, coba aja anda invest ke bisnis apa saja kemudian serahin ke pengelolanya yang baru anda kenal,... niscaya duitnya amblesss... jalan terbaik adalah berikan waktu terbanyak anda untuk mengurusi bisnis anda yang membuat anda menguras duit tabungan, duit bank bahkan duit orang lain gak ada jalan lain anda harus bekerja keras apapun bisnisnya, do or die lakukan kerja keras atau hilang investasi anda.

11. Banyak juga para mclaren (makelar maksudnya :) ) yang masuk meramaikan bisnis batubara,... sah sah saja semua ada bagiannya, Batubara = barang Tuhan bagi rata,.. semua boleh menjual semua boleh mendapatkan hasil asalkan dilalui dengan proses bekerja, sabar dan berdoa, sama seperti mencari properti yang bagus harga murah dapet cash back, jualan batubara bagi mclaren harus sabar,.. tanya harga sana sini dari trader atau miner, kirim harga ke buyer, minta dokumen ke trader kirim ke buyer, bantu pertemuan buyer dan seler, kalo ga jadi ya coba lagi ... ingat prinsip dapet properti murah 100 - 10 - 1 cari 100 properti dapetin 10 properti potensial dan deal 1 properti yaaa cukup 1 transaksi batubara anda sudah kaya, bayangkan dapet penghasilan 5.000 perbulan di kali 1 vessl (50.000 mterik ton) yaitu 5.000 x 50.000 = 250.000.000 perbulan kalo dapet kontrak 1 tahun = 250 juta x 12 = 3 Milyar setahun dahsyat kan....

12. Selain 6 kategori bisnis ini batubara di atas ada juga bisnis yg men support bisnis inti, ada bisnis 1. Penyewaan Alat Berat, 2. Penyewaan Dump Truk, 3. Geologies, 4. Katering untuk penambang, 5. Outsourcing utk SDM penambang, 6. Training & Education bagi para penambang (driver alat berat + dumptruck, kepala teknik tambang, geologies dll).

Bener gak sih nih bisnis apa cuma akal-akalan penulis,... hehehe ini bukan MLM, dapet 3 Milyar setahun sih duit kecil untuk bisnis batubara,... coba dehhh tekunin aja fokus kerja keras dan berani mau jadi trader, investor, mclaren / broker ... ga ada salahnya mencoba,.. mulai dari yang mudah sebagai Mc Claren tidak apa-apa, dari yang modal nya sedikit dari yang resiko kecil,... mulai dari diri sendiri... yang penting dimulai,... jangan nganggur

Semoga bermanfaat



Wass


Agus Ali
Coal Miner and Trader

Friday, October 19, 2012

Cara Gagal Berbisnis


Bicara cara sukses berbisnis sudah banyak sekali yang menulis, bukan hanya menulis tentang cara sukses berbisnis bahkan ada trainingnya, ada pelatihannya bisa ikutin yang satu hari, dua hari atau seminggu sekalian.

Saya gak tau cara sukses berbisnis yang saya tahu tentang CARA GAGAL BERBISNIS. Karena menurut saya SUKSES BERBISNIS adalah suatu persepsi seseorang. Banyak yang bilang "bapak sukses ya bisnisnya" tapi orang itu cuma tersenyum,.. dalam hatinya bilang "matamu sukses la saya aja belum dapet apa-apa". Paling dia menjawab "terimakasih", coba di tanya lagi mendetail tentang kesuksesannya pasti dia gak mau cerita. Atau dia akan membela diri dan bercerita seolah-olah sukses kepada yang bertanya.

SUKSES BERBISNIS itu relatif, menurut anda sukses menurut saya belum, menurut anda awesome luar biasa sukses mulia, menurut saya belum apa-apa mas, jadi kesimpulannya menurut saya SUKSES BISNIS itu masalah persepsi saja, tiap-tiap orang akan berbeda.

Bahkan banyak pengusaha gak mau bilang GAGAL BISNIS, takut gagal beneran atau nanti akan gagal,.. mereka bilangnya BELUM BERHASIL,.. menurut saya kalo GAGAL ya GAGAL saja gak perlu pake kalimat lain,..

Di dunia ini ada SIANG ada MALAM, SEDIKIT ada BANYAK, ada KECIL ada BESAR, ada HITAM dan ada PUTIH ada SUKSES ada GAGAL, jadi gak usahlah takut dengan kata GAGAL, biasa saja GAGAL atau SUKSES ya biasa saja...

Kalo cara SUKSES BISNIS sudah banyak dibahas, pasti bosen bacanya ya nyuruhnya ya itu-itu aja, kerja keras, kerja lemas (sampe lemas) hehehe, banyakin ibadah, keluarin zakat sedekah, keluarin ilmu bisnis, cari partner yang ahli, nah soal cari partner yang ahli mungkin si partner yg ahli pengennya juga punya partner yg ahli juga atau modalnya banyak deh setidaknya,.. biar sama-sama ada effortnya.

Berikut cara-cara GAGAL BISNIS yg saya tahu :

1. TIDAK JUJUR

Jangan pernah anda berkata jujur kepada siapapun termasuk anak istri, partner bisnis, pelanggan/konsumen atau karyawan anda sendiri. Dengan tidak berkata anda akan di CAP sebagai tukang bohong, tukang nilep duit, tukang tipu, tukang selingkuh dll. Silahkan melakukan TIDAK JUJUR kepada orang2 yg saya sebutkan tadi, gak lama pasti bubar bisnisnya.

2. TIDAK MAU DI ATUR

Silahkan anda berbisnis dengan aturan anda sendiri, buka toko di pinggir jalan gak pake ijin RT/RW/Kelurahan atau ijin pemilik Ruko. Silahkan anda buang sampah sembarangan dari hasil bisnis anda di depan toko sebelah, silahkan anda ambil sendiri keuntungan gak mau bayar gaji karyawan, gak mau bagi-bagi partner. Niscaya paling lama 1 bulan bisnis anda bertahan.

3. PEMARAH dan PEMAAF

Nah yang ini agak beda nih. Untuk pengusaha yang sangat PEMARAH dan sangat PEMAAF, pasti ada efeknya. Untuk yang sangat PEMARAH, coba aja marahin tuh tiap hari karyawannya pasti mogok dah, coba aja juga pelanggannya di marahin "kalo beli yang banyak dong, jangan sedikit capek saya ngelayaninnya" atau marahin si pelanggan harus beli tiap hari, gak lama dah tuh bisnis tutup. Untuk yang sangat PEMAAF, ini sebenernya bagus, tapi karena sangat PEMAAF jadi ga bagus, coba deh kalo pelanggan beli banyak ga bayar-bayar "biarin deh kasian dia" atau karyawan nyolong duit "biarin deh kasian dia dah lama gak nyolong" kalo semua pelanggan ga ada yang bayar si pemilik cuma bilang "birin deh kasian mereka", bubar dah tuh bisnis minggu depan tutup.

4. GAK MAU MENGAKUI GAGAL BISNIS

Yang ini banyak di alami pengusaha sekarang, banyak yang mikir "saya sudah bisnis 6 bulan sampai 1 tahun kok bisa ya GAGAL" ya bisa saja,... gak usah yang dibawah 1 tahun perusahaan KODAK saja yg sudah puluhan ratusan tahun bisa bangkrut,... banyak juga yg gak mengakui kegagalannya, gengsi atau gak terhormat katanya, banyak yg sudah jelas-jelas gagal gak mau di tutup dulu tetep saja melakukan kesalahan yang sama karena malu dilihat orang. Beberapa anggota TDA banyak nih seperti ini, bisnisnya dilakukan sendiri karena kesalahan sendiri banyak hutang karena hutang-hutangnya sendiri, ada seminar atau mastermind atau KMB yg diadakan TDA gak mau ikut karena alasan sendiri,.. ehhh giliran bisnisnya sudah parah, gagal baru lapor ke TDA,.. ya gak apa-apa sih kan kita sodara se komunitas hehe..
Sebenernya kalo gagal ya sudah gagal saja, tutup saja bisnisnya review dulu, kerja dulu deh sama orang, lunasin hutang-hutangnya dulu, ibarat penyakit kalo gak bisa di obatin ya di amputasi,.. ga usah gengsi,.. tetapi setelah siap mental dan modal ya harus BISNIS lagi, jangan kapok... bangkit lagi BISNISnya.. Chairul Tanjung pernah gagal bisnis, Dahlan Iskan nyuruh kita gagal dulu waktu PW 2012, banyak kok pengusaha2 TDA yang pernah gagal terus bangkit lagi,.. sukses gak setelah gagal bisnis terus bangkit lagi? wah kurang tau saya, sukses kan masalah persepsi... menurut anda Chairul Tanjung sukses gak?

Kira-kira begitulah persepsi saya kalo mau tau CARA GAGAL BERBISNIS, ... saya juga mengalami dan merasakan nikmatnya gagal, manisnya ga punya uang dan indahnya di tagih hutang.



Semoga bermanfaat

Agus Ali

Wednesday, August 8, 2012

I'TIKAF Obati Rindu hanya Berdua dengan Allah SWT


Kapan lagi,merasakan suasana “berdua” dengan Allah?

Sesungguhnya Allah SWT menjadikan sebagian hari atau malam lebih utama dari hari atau malam lainnya.Dan pada momen-momen berharga itu,tidaklah Allah membiarkannya berlalu kecuali kita diperintahkan melakukan ketaatan-ketaatan tertentu.

Di saat-saat yang istimewa itu, orang yang sanggup melakukan amal shalih adalah orang yang dilapangkan dadanya untuk saling berlomba dan saling “mengalahkan”, demi mendapatkan kedudukan dan derajat yang paling tinggi.

Dan sarana perlombaan itu,seperti diungkapkan Ibnu Rajab,”Menyendiri yang disyariatkan untuk umat ini yaitu : I’TIKAF.

Khususnya di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di sepuluh hari terakhir bulan tersebut, seperti yang dilakukan Nabi Saw.

Orang yang ber I’tikaf telah mengkhususkan dirinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan berdzikir mengingat-Nya. Dia memutus dirinya dari segala kesibukan duniawi, memusatkan hatinya dan menghadapkannya kepada Rabbnya dengan melakukan apa saja yang bisa mendekatkannya kepada-Nya.

Maka makna I’tikaf adalah “Memutus segala hubungan dengan segala makhluk untuk dapat berkhidmat kepada Sang Pencipta”

“Di antara orang-orang yang takut pada Allah ada yang duduk di keheningan malam, menengadahkan kepalanya dan mengangkat tangannya seperti pengemis. Itulah wajah kerendahan dan kepasrahan dan yang paling nyata...dengan begitu doa akan diijabah.”
(Imam Ibnu Rajab Al Hambali)

Kuatkan Doa,karena di sinilah Allah mengijabah doa-doa kita.

Banyak sekali saat ini godaan untuk tidak melakukan I'TIKAF mulai dari pekerjaan, keluarga, undangan buka puasa atau sahur bersama, belanja di Mall bahkan ngabuburit buang waktu sampai buka puasa.

1. Untuk Pekerjaan sebenarnya I'TIKAF bisa dilakukan sambil bekerja, malemnya I'TIKAF pagi nya bekerja seperti biasa begitu seterusnya, tidur tetap di mesjid

2. Untuk Keluarga Insya Allah bisa dimengerti bila di jelaskan baik-baik bahwa kita akan fokus ke ibadah untuk 10 hari terakhir ramadhan dan bener2 ibadah, sholat, tadarus, tarawih, tahajud, dhuha, kajian hadist dan Alquran

3. Undangan sahur atau buka, katanya sih untuk silaturahmi tetapi menurut saya kita bisa tolak dengan halus bahwa ingin fokus ke ibadah di 10 ramadhan terakhir pasti yang mengundang mengerti dan paham bahwa kita sedang mencari ridho dan rahmat Allah SWT

4. Belanja di Mall ini juga sebenarnya ga perlu dijelaskan apalagi melakukan pekerjaan sia-sia seperti ngabuburit habisin waktu, astagfirullah al azhim, sia-sia hidup kita bila habisin waktu ber jam-jam tiap hari. Belanja bisa dilakukan oleh istri atau ibu serahkan ke ahli nya belanja :)

Saat ini godaan di luar sangat-sangat banyak, sekedar pemandangan indah wanita yang tidak menutup aurat, televisi, macet jalanan yang bisa bikin naik pitam dan lain-lain yang bila kita tidak mampu berpaling akan mengurangi pahala puasa kita.

Mari kita fokus I'TIKAF di 10 hari ramadhan terakhir.

SELAMAT MELAKSANAKAN dan MENJALANKAN I’TIKAF

Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan untuk melaksanakannya.

Wass


Agus Ali

Tuesday, July 24, 2012

Cara Benar Menjadi Pengusaha


Selama ini, kondisi negara kita di berbagai bidang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kebijakan pemerintah masih simpang siur, hukum semakin tidak jelas, dan kondisi sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik. PHK tetap berlangsung dan para investor asing sudah banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke negara lain yang lebih menjanjikan.

Di sisi lain, jumlah populasi dengan usia produktif tidak bisa begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan dan penghasilan tetap mesti dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian mahal. Berbagai ide bisnis bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai pertemuan baik formal maupun informal. Sebagian ide tersebut memang hanya merupakan “mimpi yang indah” tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi.

Dari hal ini terlihat bahwa masyarakat kita justru merasa terpacu ketika dihadapkan pada suatu krisis yang berkepanjangan. Hasilnya adalah kreativitas cenderung meningkat pada saat situasi semakin parah, atau sering disebut dengan istilah populernya "kreatif karena kepepet". Membuat “mimpi-mimpi indah”.

Masalahnya sekarang, bagaimanakah mewujudkan jutaan mimpi indah itu menjadi kenyataan? Apa saja faktor-faktor psikologis yang harus dimiliki calon pengusaha sehingga dapat mewujudkan mimpi indahnya tersebut?

Bagi orang-orang yang memiliki "mimpi-mimpi indah", ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk mewujudkan mimpi tersebut. Beberapa alternatif tersebut diantaranya:

1. Menjadi Pengusaha Mandiri
Untuk menjadi seorang Calon Pengusaha Mandiri, ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat:
(1) Sumber daya internal yang merupakan bagian dari pribadi calon Pengusaha mis alnya kepintaran, ketrampilan, kemampuan menganalisa dan menghitung risiko,keberanian atau visi jauh ke depan.
(2) Sumber daya eksternal, misalnya uang yang cukup untuk membiayai modal usaha dan modal kerja, social network dan jalur demand/supply, dan lain sebagainya.
(3) faktor X, misalnya kesempatan dan keberuntungan. Seorang calon Pengusaha harus menghitung dengan seksama apakah ke-3 sumber daya ini ia miliki sebagai modal.

Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka akan merasa optimis dan keputusan untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan sebagai Calon Pengusaha Mandiri boleh mulai dipertimbangkan.

2. Mencari Partner Usaha dengan “MIMPI” yang sama.

Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon Pengusaha bisa mencari partner/rekanan untuk membuat mimpi-mimpinya menjadi kenyataan. Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya yang tidak dimilikinya sendiri sehingga ada keseimbangan “modal/sumber daya” di antara mereka. Umumnya kerabat dan teman dekatlah yang dijadikan prospective partner yang utama sebelum mempertimbangkan pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.

Pilihan jenis Partner punya resiko tersendiri. Resiko terbesar yang harus dihadapi ketika berpartner dengan teman dekat adalah dipertaruhkannya persahabatan demi bisnis. Tidak sedikit keputusan bisnis mesti dibuat dengan profesionalisme dan menyebabkan persahabatan menjadi retak atau bahkan rusak.

Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga; risiko yang dihadapi tidak banyak berbeda dengan teman dekat. Tapi, bukan berarti bermitra dengan sahabat atau keluarga tidak bisa dilakukan. Satu hal yang penting adalah memperhitungkan dan membicarakan semua risiko secara terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga jika ada konflik yang tidak dapat dihindarkan, maka sudah kebayang bagaimana cara menyelesaikannya sejak dini sebelum menghancurkan bisnis itu sendiri.

Partner Usaha lain yang lebih netral adalah bank terutama jika modal menjadi masalah utama. Pinjaman pada bank dinilai lebih aman karena bank bisa membantu kita melihat secara clear apakah bisnis kita itu akan mengalami hambatan. Bank yang baik wajib melakukan inspeksi dan memeriksa studi kelayakan (feasibility study) yang kita ajukan.

Penolakan dari bank dengan alasan “tidak feasible” bisa merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan bagian kredit bank mengenai elemen apa saja yang dinilai “tidak feasible”.

Bank juga bisa membantu kita untuk memantau kegiatan usaha setiap tahun dan jika memang ada kesulitan di dalam perusahaan, bank akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pinjamannya. Ini merupakan “warning” dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera berbenah.

Calon Pengusaha yang “memaksakan” bank untuk memberi pinjaman tanpa studi kelayakan yang obyektif dan benar akhirnya sering mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan tidak jalan, dan hilanglah harapan untuk membuat mimpi indah menjadi kenyataan.

Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi, dalam skala kecil maupun skala nasional. Pinjaman seringkali melanggar perhitungan normal yang semestinya diterapkan oleh bank sehingga ketika situasi ekonomi tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun turut terbawa jatuh.

3. Menjual Mimpi Ke (Calon) Pengusaha Lain atau Pemilik Modal

Jika teman atau sahabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah karena kita lebih menghargai hubungan kekerabatan atau persahabatan atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak ada agunan yang bisa dijadikan jaminan untuk memulai usaha anda, ada cara lain yang lebih drastis, yaitu menjual ide atau mimpi indah itu kepada pemilik modal.

Kesepakatan mengenai bagaimana bentuk kerjasama bisa di lakukan antara si pemilik modal dan penjual ide. Bisa saja pemilik modal yang memodali dan penjual ide yang menjalankan usaha itu, bisa juga penjual ide hanya menjual idenya dan tidak lagi terlibat dalam usaha itu. Jalan ini biasanya diambil sesudah cara lainnya tidak lagi memungkinkan sedangkan ide yang kita miliki memang sangat layak diperhitungkan.

Ketiga cara di atas bisa dipikirkan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk menjadi Pengusaha. Kalo ga di pikir secara mendalam, pengalaman pahit akan menjadi makanan Calon Pengusaha. Banyak usaha yang akhirnya gulung tikar sebelum berkembang, jangan pernah tergiur untuk jadi cepat kaya atau pakai cara gila menjadi pengusaha, nanti bisa GILA beneran karena bangkrut. Contohnya, usaha Kafe Tenda yang dulu rame-rame di didirikan sekarang gulung tikar, kemanakah pengusaha-pengusaha kafe tenda itu who knows hanya Allah yang maha tahu.

Sumber : Lilly H. Setiono

Menjadi Pengusaha Harus Keturunan Pengusaha?: Mitos atau Realita?


Untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang wirausahawan yang sukses memang diperlukan berbagai faktor pendukung. Selain modal (sumber daya seperti tersebut di atas), masih ada faktor lain yang merupakan syarat untuk keberhasilan seorang wirausahawan. Banyak yang mengatakan “mental” atau “bakat”; dalam bahasa umum “bakat dagang”, merupakan salah satu diantara faktor tersebut.

Meskipun belum banyak penelitian ilmiah mengenai mental atau kepribadian wirausahawan, namun ada beberapa fakta maupun asumsi yang bisa menerangkan bahwa memang ada perbedaan karakter antara wirausahawan dengan non-wirausahawan. Bisa saja perbedaan itu tumbuh karena kebiasaan atau pengaruh lingkungan sehingga menjadi karakter yang menetap dalam kepribadian seseorang

Bagi pengikut aliran non-deterministic, bakat dagang mungkin lebih bisa diterima sebagai sebuah mitos, sebab sulit untuk mengatakan bahwa seorang bayi memiliki “in-born entrepreneurship trait”.

Lebih logis bila mengasumsikan bahwa “bakat dagang” yang dimitoskan mungkin merupakan kumpulan dari kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dimiliki oleh wirausahawan lewat proses pembelajaran sejak dini.

Kebiasaan ini disosialisasikan dan dikondisikan secara konstan kepada individu atau kelompok tertentu sehingga menjadi ciri karakter yang kuat dan mengakar di dalam mereka. Sebagian dari kebiasaan itu adalah:

• menghitung untung rugi setiap tindakan/keputusan yang diambil
• melihat peluang dan menganalisis kebutuhan pasar
• mengelola sumber daya (planning, organizing, directing, controlling)
• bekerja keras secara konstan dan mencari solusi bagi masalahnya
• kebiasaan “jatuh-bangun” sehingga tidak lagi takut membuat keputusan

Selain faktor kebiasaan di atas, masih banyak faktor lain yang turut menentukan apakah seseorang bisa menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Beberapa di antaranya adalah:

1.Kreatif & Inovatif

Seorang wirausahawan umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih dari non-wirausahawan. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya dan dia mampu membuat hasil inovasinya itu menjadi “demand”.

Contohnya: Menjelang tahun 2000, ada sekelompok orang yang menjadi “kaya raya” karena mereka berhasil menjual ide “the millenium bug”. Puluhan juta dollar bergulir di industri komputer dan teknologi hanya karena ide ini. Software baru, jasa konsultasi teknologi komputer bahkan Hollywood pun berhasil membuat ide ini menjadi industri hiburan yang menghasilkan puluhan juta dollar. Film “The Entrapment” adalah salah satu hasilnya.

Contoh lainnya yang sederhana adalah pengemasan air minum steril kedalam botol sehingga air bisa diminum langsung tanpa dimasak. Banyak sekali contoh lain yang menunjukkan bahwa kreatifitas dan inovasi adalah salah satu faktor yang bisa membawa seseorang menjadi wirausahawan sukses. Perlu diingat bahwa kreatifitas dan inovasi bukan merupakan satu-satunya faktor penentu karena artispun harus memiliki kedua faktor ini sebagai penentu kesuksesannya.

2.Confident, Tegar dan Ulet

Wirausahawan yang berhasil umumnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi, tegar dan sangat ulet. Ia tidak mudah putus asa, bahkan mungkin tidak pernah putus asa. Masalah akan dihadapinya dan bukan dihindari.

Jika ia membuat salah perhitungan, saat ia sadar akan kesalahannya, ia secara otomatis juga memikirkan cara untuk membayar kesalahan itu atau membuatnya menjadi keuntungan. Ia tidak akan berhenti memikirkan jalan keluar walaupun bagi orang lain, jalan keluar sudah buntu. Kegagalan akan dibuatnya menjadi pelajaran dan pengalaman yang mahal. Semangatnya tidak pernah luntur; ada saja yang membuatnya bisa berpikir positif demi keuntungan yang dikejarnya.

Kualitas kepribadian seperti ini tidak mungkin tumbuh secara mendadak. Keuletan, ketegaran dan rasa percaya diri tumbuh sejak dini (usia balita) dan sudah menjadi karakter atau dasar kepribadiannya. Sulit (bukan tidak mungkin) bagi seorang dewasa membentuk kualitas-kualitas ini jika tidak dimulai sejak masa balita.

3.Pekerja Keras

Waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. Saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah. Kadang dalam tidurnyapun ia tetap berpikir. Membiarkan waktu berlalu tanpa ada yang dipikirkan atau dikerjakan kadang membuatnya merasa “tidak produktif” atau merasa kehilangan kesempatan.

4.Pola Pikir Multi-tasking

Seorang wirausahawan sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan pada satu waktu (multi-dimensional information processing capacity). Bahkan ia juga mampu melakukan “multi-tasking” (melakukan beberapa hal sekaligus). Kemampuan inilah yang membuatnya piawai dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausahawan dalam multi-tasking, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.

5.Mampu Menahan Nafsu untuk Cepat Menjadi Kaya

Wirausahawan yang bijak biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awal usahanya. Setiap pengeluaran untuk keperluan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja. Keuntungan tidak selalu menetap, kadang ia harus merugi dan perusahaan harus tetap dipertahankan. Oleh sebab itu, jika ia memiliki keuntungan 10, hanya sepersekian yang digunakan untuk keperluan pribadinya. Sebagian besar disimpannya untuk digunakan bagi kemajuan usahanya atau untuk tabungan jika ia terpaksa mengalami kerugian.

Wirausahawan yang bijak juga mengerti bahwa membangun sebuah perusahaan yang kokoh dan mapan memerlukan waktu bertahun-tahun bahkan tidak jarang belasan atau puluhan tahun. Seorang wirausahawan yang memulai usahanya dari skala yang kecil hingga menjadi besar akan mampu menahan nafsu konsumtifnya. Baginya, pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai sebuah kemewahan.

Jika tabungannya tidak cukup untuk membeli kemewahan itu, dia akan menahan diri sampai tabungannya jauh berlebih. Ia juga menghargai keuntungan yang sedikit demi sedikit dikumpulkannya. Keuntungan itu diinvestasikannya ke dalam usaha lainnya sehingga lama-kelamaan hartanya bertambah banyak. Dalam hal ini memang ada benarnya pepatah yang mengatakan: “hemat pangkal kaya”.

Sebaliknya, wirausahawan yang tidak bijak seringkali tidak dapat menahan nafsu konsumtif. Keuntungan dihabiskan untuk berbagai jenis kemewahan dan hal yang tidak produktif sehingga tidak ada lagi tabungan untuk perluasan perusahaan atau untuk bertahan pada masa sulit. Perusahaanpun tidak lama bertahan.

6.Berani mengambil risiko

Seorang wirausahawan berani mengambil risiko. Semakin besar risiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit. Tentunya, risiko-risiko ini sudah harus diperhitungkan terlebih dahulu.

7. Faktor Lainnya

Masih banyak lagi faktor yang belum terungkap dalam artikel ini. Saya berharap para pembaca yang memiliki pengalaman lain mau membagikan pengalamannya agar dapat menjadi inspirasi bagi calon-calon wirausahawan baru. Negara kita memang sedang membutuhkan wirausahawan baru untuk membangun kembali ekonomi yang morat-marit ini.

Bagi mereka yang sudah memiliki ide dan mimpi indah, cobalah mulai berhitung. Siapa tahu anda sudah memiliki banyak faktor yang disebutkan di atas dan anda tinggal mengatakan pada diri anda:”Just try it”. Bagi anda yang merasa bahwa dunia wirausaha bukan dunia anda, jangan kecil hati….sebab anda masih bebas bermimpi. Selain mimpi itu gratis, segala sesuatu yang baru selalu dimulai dari mimpi indah. “Selamat bermimpi”

Sumber : JP

Thursday, June 21, 2012

kepemilikan situs

Kiriman ini mengonfirmasi kepemilikan saya terhadap situs dan situs ini
mematuhi kebijakan program dan Persyaratan dan Ketentuan AdSense.
ca-pub-1242471505277147