Profesional Education & Training of RPG AS/400, IT Management Series, Oracle, JAVA, VB & IT Design

Profesional Education & Training of RPG AS/400, IT Management Series, Oracle, JAVA, VB & IT Design
See www.400education.com or contact to Sofi/Yuli at (62-21) 3142725 - 3142864

Sunday, July 26, 2009

Akhirnya TPA itu terbangun sudah


Tahun 2006 saat saya mastermind pertama kali dengan sahabat-sahabat saya, ada pertanyaan apa yang menjadi target atau cita-cita untuk kepentingan pribadi, lalu saya jawab "saat ini saya di berikan tanggung jawab menjadi bendahara pembangunan TPA atau Taman Pendidikan Alquran untuk anak-anak di samping Masjid komplek kami di Pondok Mitra Lestari Pekayon Bekasi, saya hanya ingin berusaha supaya gedung TPA 2 lantai itu bisa cepat selesai, supaya anak-anak kita bisa belajar Al Quran lebih nyaman lagi".

Yaa, memang sebelumnya anak-anak di komplek kita belajar Al Quran di dalam Masjid, ada yang di dalam atau pinggirannya. Saya kasihan melihat anak-anak per kelompok-kelompok dengan masing2 kelompok ada satu guru kurang mendapatkan tempat belajar yang baik. Setelah mereka selesai belajar, lalu beresin mejanya kembali begitu seterusnya.

Saya di percaya sebagai bendahara sebagai penerus panitia sebelumnya, maklum sebenarnya rencana pembangunan TPA ini sudah lama sekali dan sudah dimulai membuat pondasinya, karena panitia yang lama bubar karena beberapa sebab akhirnya di putuskan membuat ke panitiaan kembali, dan saya ditunjuk sebagai bendaharanya, wah.. berat memang, saya diminta mencarikan dana untuk pembangunan TPA ini.

Saya sih optimis, apalagi baru bertemu dan bersahabat dengan temen2 dari TDA saat itu tahun 2006, kita LOA aja Insya Allah bisa berhasil,.. ya memang dengan penuh semangat, kerja keras, menahan sabar yang amat sangat, menanggung resiko yang besar dan berdoa serta kerja Tim yang baik Alhamdulillah akhirnya kami bisa juga menyelesaikan bangunan 2 lantai yang sangat megah itu,.. jujur saja selesainya pembangunan TPA itu menjadi obsesi saya sejak tahun 2004,... saya berdoa tiap saat dan berfikir positif bahwa bangunan ini harus jadi,... harus terbangun.

Alhamdulillah awal tahun 2009 bangunan ini sudah selesai, berikut perangkat untuk dijadikan TK Islam Albina sudah selesai dan tepat bulan Juni ada penerimaan murid baru untuk TK Islam tersebut,.. saya sangat terharu sekali, karena sangat tahu awal sampai akhir pembangunan TPA ini berikut konflik2 yang timbul dan kekhilafan yang dilakukan masing2 pengurus atau panitia. Buat saya berapapun akan saya usahakan dan saya kerjakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung TPA ini. Sebab ini adalah tabungan akherat kita semua di kompleks perumahan ini. Tanpa ada niatan untuk kepentingan sesuatu.

Mudah-mudahan perjalanannya tidak hanya berakhir sampai disini, mulai proses design, bangun pondasi kemudian macet, diambil alih oleh kepanitiaan lain, mencari donatur, mencari pemberi sedekah dan infaq, ada konflik dan masalah2 saya terlibat di dalamnya dan sekarang setelah jadi kami serahkan ke pengurus TPA dan pengurus TK Islam Albina, sekali lagi tidak niat lain untuk bangunan semua ikhlas dan membantu dengan 100%.

Akhirnya LOA itu dikabulkan Allah, doa-doa itu terkabul sudah,.. niatan itu terlaksana dengan baik dan energi tersalurkan dengan sempurna...

Wassalam


Agus Ali
Autopreneur

Sunday, October 19, 2008

Belajar CS dari Supir Angkot


Pernah naik angkot gak? itu loo angkutan kota yang warnanya merah (agak bulek) atau mikrolet warna biru muda,.. nah itu setali tiga uang deh .. namanya angkot.

Kasian bener ya yang belum pernah naik,... saya bukan hanya pernah naik, justru pernah jadi supir angkot dulu jamannya kuliah sewaktu ayah saya punya satu angkot dan kebetulan supirnya gak masuk, maka jadilah saya supir angkot dadakan jurusan Pondok Gede - Cililitan... ayo litan... litan... litan..

Pernah disenggol sama mobil angkot ga? atau pernah gak mbuntutin angkot trus kesel karena angkotnya mendadak berhenti di tengah jalan dan nurunin atau naikin penumpang seenaknya, trus kita klaksonin sampe dower tapi gak digubris... ya itulah gambaran supir angkot yang sebenarnya di seluruh wilayah bukan hanya di Jakarta, tapi juga di Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang.

Dari cerita singkat diatas sebanarnya itu sudah jadi makanan kita sehari-hari sewaktu beraktifitas di jalan raya, kita mau naik mobil, motor, bajaj, taksi yang namanya angkot ya begitu itu..

Tapi kalo dilihat dari prespektif supir angkot sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil, ini bukan karena saya pernah jadi supir angkot lantas terus belain korps supir angkot yaa...

Buat yang sudah pernah naik angkot pasti sudah merasakan betapa "baik" nya para supir angkot itu menjalankan tugasnya. Bayangin aja sekali telunjuk kita acungin di pinggir jalan pasti mereka berhenti, biar itu angkot jalannya lagi ngebut, posisi lagi disebelah kanan, ada polisi, militer, satpam dan macet, mereka nggak peduli,.. pasti berhenti tepat di depan hidung kita atau agak ke depan sedikit yang pasti para supir tidak akan mengecewakan pelanggannya, yaitu kita sendiri sehingga mereka rela di tilang, di marahin sampai di gebuk mobilnya oleh manusia demi memuaskan pelanggan seperti kita.

Coba aja pas kita didalam angkot itu, ketok beberapa kali dinding angkot pasti tuh angkot berhenti, sekali lagi walau mobil angkotnya dalam keadaan ngebut, posisi di kanan dsbnya, pasti berhenti sesuai keinginan kita, kalo rumah kita di pinggir jalan bisa langsung berhenti tepat di muka rumah walau sebenarnya bukan tempat pemberhentian angkot.. hebat yaa..

Nah itulah Customer Satisfaction (CS) ala supir angkot, betapa para supir-supir angkot itu (saya mantan supir ya jadi gak termasuk) memberikan yang terbaik, the best services buat para pelanggan sampai-sampai semua di langgar, bawa mobil ugal-ugalan, serobot sana serobot sini, setelah menyerobot kemudian berhenti mendadak seolah-olah hanya mobil angkot ini yang ada di jalanan.

Kalo kita punya pepatah "Ambil yang baik, buang yang jelek" atau istilah ATM yang banyak dibicarakan Amati, Tiru, Modifikasi jangan Amati, Tiru Persis yaa.. itu kita bisa belajar banyak dari para supir angkot.

Betapa tidak mereka adalah para pelaku CS sejati walaupun caranya salah tetapi tujuannya benar membuat customer puas, sesuai keinginan, comfortable, bisa tidur di angkot walau sambil kepanasan dan pasti dibangunin kalo sudah sampai, cepet sampai, nyaman, dan beberapa angkot menggunakan sound system yang baik di mobilnya untuk kepuasan pelanggan tentunya.

Pelajaran berharga dari supir angkot seringkali kita tidak sadari, mereka servis kita melebihi apa yang mereka dapatkan dan resiko yang bisa mereka dapatkan juga, walaupun ada unsur persaingan dengan angkot lain tentunya tapi itu bisa kita abaikan dan kita bisa lihat bahwa mereka tetap konsen dengan kepuasan pelanggan, toh kita juga sebagai pengusaha sebenarnya bersaing dengan kompetitor lain cuma enggak berbenturan dijalan seperti angkot-angkot ini.

Nah inilah yang disebut "Beyond Expectation" dari sisi pelanggan, dimana pelanggan dimanjakan, dibuat tidak usah pergi ke terminal bus atau angkot, cukup acungin telunjuk atau ketok langit2 angkot pasti berhenti, plus cepet sampai, bisa tidur atau sekedar nutupin mata diselingi terpaan angin yang masuk lewat jendela angkot yang banyak bolongnya serta musik-musik dangdut jadul dari Rhoma Irama atau dandgdut disconya Inul dan Dewi persik.

Bagaimana dengan kita?, apa yang bisa kita lakukan untuk "Beyond Expectation" buat pelanggan kita? apa yang bisa membuat pelanggan kita balik lagi? apa yang bisa membuat mereka puas sepuas-puasnya seperti saat kita makan siang di suatu restoran dalam keadaan laper karena dari semalem sampai pagi belum makan dan setelah makan kita duduk megangin perut karena kekenyangan, puas dan berkata ".. enak banget nih... Monas aja keliatan tuh.., enak makan disini besok saya pasti balik lagi ajak temen2 dan keluarga.. ". Kalo pelanggan sudah sangat puas sekali tinggal kita sebagai pengusaha untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan menjaga kualitas pelayanan kita.


Semoga bermanfaat... wassalam


Agus Ali S,
http://agusali.blogspot.com

Wednesday, September 10, 2008

Memberi Dulu Baru Meminta atau Menerima, Jilid 2


Konteks kalimat dari judul catatan yang kecil yang saya buat di atas juga sebenarnya menyangkut dengan kegiatan TDA yang akan dilaksanakan tanggal 14 September yaitu Buka Bersama dengan anak-anak Yatim Piatu langsung dari sumbernya di Panti Asuhan,.. udah pasti ini penghuni anak-anak Yatim atau Piatu atau Yatim Piatu.

Tahun lalu saya dan team dari 400 Education (www.400education.com) plus dibantu beberapa temen TDA adalah panitianya,.. tahun lalu cukup sukses baik dari pembagian donasi untuk anak-anak yatim maupun saat penyelenggaraan, ada Marawis, Ceramah dan Doa serta Buka Puasa bersama dengan di hadiri 100 an anak-anak.

Jujur saja saya sebagai Ketua Panitia Buka Puasa bersama dan santunan anak yatim tahun lalu sangat terharu dan sempet merasakan sedih campur senang dengan acara ini,.. berkat temen-temen TDA semua acara ini bisa berhasil dilaksanakan.. saya merasakan bahwa saya mendapat malam Lailatul Qadar versi saya,.. indahnya berbagi dengan sesama walau kita dalam keadaan sulit.

Ya itu intinya,.. berbagi kesenangan, memberikan santunan jangan hanya dalam keadaan kita hidup berlebihan,.. saat kita susah pun kita harus mengeluarkan santunan dan berbagi kesenangan,..kata-kata itu yang terus saya ingat dari Ustadz Mahfudin, temen saya Imam Masjid di kompleks rumah, juga sebagai temen tidur saat Itikaf di Masjid.

Tahun lalu adalah tahun sulit buat saya yang baru keluar kerja atau full TDA kemudian banting setir menjadi pengusaha, dari 5 bisnis semuanya rontok, macem2 penyebabnya.. intinya saya serakah, ingin buru2 cepet kaya dan ingin semua bisnis di lakonin padahal saya cuma pemula disana, ... Alhamdulillah ada Partner yang ingin bekerjasama sampai sekarang.

Anehnya saat saya sulit saya justru bersemangat untuk jadi Ketua Panitia Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim lewat komunitas TDA,.. justru semua yang saya bisa Sedekah, saya sedekahkan mulai dari Uang, Baju-baju muslim/koko yang pernah saya jual dulu di ITC, tenaga dan lain-lain,.. saya hanya berfikir tahun ini adalah ujian terberat buat saya dan saya harus lulus dalam ujian itu,.. kita sama-sama tahu di TDA itu memberi dulu baru menerima kemudian seperti yang sering di ceritakan Pak Roni founder TDA, itu aja patokan saya .. Memberi dulu baru menerima,...

Alhamdulillah acara buka puasa dan santunan lancar,.. doa-doa saya panjatkan dan saya serahkan semua kepada Allah SWT hasilnya. Justru dari sahabat saya Pak Hasan Basri bulan lalu mengatakan kepada saya bahwa semua FOUNDER TDA baru mendapatkan hasil nyata yaitu profit dari bisnisnya setelah 2 tahun berusaha membangun komunitas TDA ini.

Betul sekali saya lihat juga begitu, mulai dari saya Agus Ali dengan usaha IT Training Manajemen (www.400education.com) dan Otomotif, Pak Hasan Basri, dengan www.grosirtanahabang.com plus buka kios di Tanah Abang dengan Pak Edi, Pak Iim sukses dengan www.dokterkomputer.com dan www.400education.com, Bu Yulia dengan Moz5 dan cabang2nya, Pak Abduh dengan Batik nya, Pak Hantiar dan Bu Waru yang sukses pameran di Paris dengan batiknya juga, Pak Hertanto yang makin sibuk aja pemilik beberapa perusahaan akhirnya berimbas ke Pak Roni, pemilik Manet yang tahun ini menghasilkan omset terbesarnya, juga mendapatkan anak penantiannya, dan saat ini sudah mau nambah lagi.

Kalo di pikir-pikir dan di inget-inget ternyata yaa judul diatas bener juga, kalo ada pertanyaan "Kalo kita Memberi efek Menerimanya kapan ??" wah kita gak tau hanya Allah SWT yang tahu, yang pasti para founder sudah melakukannya saat dahulu, kalo saat sekarang merasakan dampaknya setelah 2 tahun membangun usaha dan komunitas ini itu adalah hasil terbaik,.. maka itu jangan di tanya lagi soal kapan Memberi kapan Menerima,.. yang penting kasih aja dulu..

Maka itu saat Ramadhan sekarang adalah momen yang tepat untuk memberi sebanyak-banyaknya,.. semua Ustadz, Kiyai atau Guru ngaji pasti setuju,.. di Hadist dan AlQuran juga jelas menyebutkan itu.. jangan takut kita jatuh miskin dengan mengeluarkan infaq atau sedekah, Insya Allah pasti dibalas dengan nilai yang berkali lipat, banyak sekali contoh itu di TDA bisa dibalas langsung, lewat setahun atau dua tahun lewat dikabulkannya permintaan lain yang tidak terduga.

Ayo ..mari kita berlomba memberikan santunan buat anak-anak dan adik-adik kita di rumah yatim piatu, yang diadakan Panitia dari TDA ini, jangan cuma bergabung di komunitas TDA aja, walau masih TDB atau Ampibi, tetep harus buktikan TDA mu,..




Wassalam


Agus Ali
http://agusali.blogspot.com

Memberi Dulu Baru Meminta atau Menerima


Assalamualaikum Wr Wbr,

Setiap tahun, saat-saat menjelang puasa Ramadhan atau menjelang akhir puasa atau lebaran saya selalu dapet SMS, isinya macem-macem yang intinya permintaan maaf atau MEMINTA MAAF dari temen-temen, sahabat dan sedulur2 semua kepada. Anehnya temen-temen jawab juga dengan MEMINTA MAAF bukan MEMBERI MAAF. La wong MINTA MAAF kok dijawabnya dengan MINTA MAAF juga.

Kalo dulu-dulu sih saya juga begitu, semua nomor telp. yang ada di HP saya pasti kirimin SMS untuk ucapin permintaan atau permohonan maaf, wah banyak banget yaa.

Tahun ini saya sempet berfikir agak keras dan sedikit mempengaruhi penampilan saya, jidat saya yang sudah lebar ini dan rambut yang tipis makin bertambah aja, ... ah biar lah yang penting TIPSI,.. Tipis tapi Seksi,.. ha ha .. lebay banget ya saya sedikit narsis..

Kembali ke laptop,.. dari sms itu saya berfikir kok yaa semua sms isinya MINTA MAAF ... gak ada SMS yang isinya MEMBERI MAAF,.. saya agak geli sedikit dan senyum-senyum kecil, bagaimana kalo saya kirim SMS balik yang isinya "Saya BERIKAN MAAF kepada Bapak dan Ibu yang telah mengirimkan SMS MEMINTA MAAF kepada saya", nanti kira-kira tersinggung gak yaa temen2 dan sahabat saya itu?? nanti dikira sombong atau apa gitu,..

Padahal kalo dilihat dari konteks TDA atau Tangan Di Atas, kita harusnya MEMBERI dulu baru kita bisa MEMINTA atau MENERIMA,.. dan beberapa Ustadz yang memberikan Tausiah Ramadhan ini pasti menganjurkan untuk MEMBERI MAAF kepada siapapun mulai dari keluarga, orang tua, teman, sahabat, tetangga dll, ini lebih utama dibanding dengan MEMINTA MAAF.

Bila diperhatikan lebih lanjut kalo kita MINTA MAAF tapi yang di minta tidak MEMBERI MAAF ya jatuhnya gak IKHLAS,.. masih ada dendam, dll. Bila kita MEMBERI MAAF artinya semua persoalan beres, kita IKHLAS dan semua senang. Cuma sayangnya di kita ini budaya EWUH PAKEWUH masih kentara banget, jadi kalo MEMBERI MAAF harus yang lebih tua ke yang muda, sedangkan MINTA MAAF yang lebih muda kepada yang tua, ini salahnya disini ini, padahal persoalan SALAH atau BENAR tidak memperhatikan TUA atau MUDA.

Jadi anjuran buat saya dan temen-temen tolong yaa SMS nya diganti, kata-kata pertama mbok ya o di ganti menjadi MEMBERI MAAF,.. baru deh dilanjutin dengan MEMINTA MAAF,.. masa sih, MINTA melulu gak pernah MEMBERI setiap tahunnya, kalo dikumpulin MAAF nya dari pertama kali bisa ikut lebaran udah berapa banyak tuhh.. dan kata-kata MAAF itu setelah kita MINTA terus cuma di simpan aja, gak pernah di BERI kan lagi kepada yang lain .. he he mau dikumpulin yaa biar jadi banyak..

Tapi itu sekedar anjuran aja, kalo gak mau MEMBERI MAAF juga ga apa-apa, saya akan coba membagi-bagikan kata MAAF saya yang semakin tahun semakin banyak saya simpan dan belum saya keluarkan, temen2 yang ingin saya berikan kata2 MAAF dari saya bisa kirim ke 08161314230, jangan lupa rendang sama ketupatnya bisa dikirim ke rumah saya .. kalo yang ini jangan lewat sms yaa..


Wassalam

Agus Ali
08161314230

Sunday, August 17, 2008

Suksesnya "Bisnis Titipan", Bisnis "Jadul" Untung "Maksimal"


Bicara mengenai "Titip" atau "Nitip" pasti semua orang pernah melakukannya, mulai dari anak saya, si Mbok, kakak, adik, mamah, papah semua pernah me"nitip"kan sesuatu kepada orang lain.

"Eh aku nitip beliin oleh-oleh yaa..." itu adalah perkataan seseorang kepada orang lain agar dibelikan sesuatu oleh-oleh, tentu biasanya duitnya pake duit orang lain itu dulu dan nanti bisa diganti.

"Mbok kalo ke pasar nanti, nitip beliin gado-gado yaa .." yang itu perkataan Nyonya rumah yang nyuruh si Mbok beliin gado-gado saat pergi ke pasar, pastinya sih duit udah dikasih duluan jadi si Mbok enggak nombokin dulu.

Kalo perkataan "aku nitip kue-kue kering ini yaa untuk dijualian di kantor kamu" nah kalo itu artinya si Ibu ini punya usaha kue-kue kering yang di titipin ke temennya untuk di jual ke temen-temen, temennya ibu itu... wah kebanyakan temen jadi rada ribet yaa jelasinnya..

Gini deh saya jelasin lagi tentang "Bisnis Titipan",.. pernah ke warung depan rumah gak, atau makan di kantin, di rumah makan atau restoran, nah ada sponsor "apapun makanannya minum teh botol sosro", udah pasti tau kan yang namanya "Teh Botol Sosro" yang terkenal itu, yang seger banget kalo diminum pake es batu, yang serasa di leher jadi basah saat buka puasa pake minuman ini,... mantaaf..

Pertanyaan selanjutnya adalah pernah tau gak model bisnisnya Teh Botol Sosro ?? sedikit informasi mengenai model bisnis Teh botol, Kue kering, Donat Kampung atau apapun produknya, model bisnisnya adalah "Titipan". Si Produsen atau Distributor "Nitip" produk2nya itu seperti Teh Botol, Kue Kering dan Donat Kampung ke warung-warung, rumah makan atau restoran, nanti setiap bulan baru deh itung-itungan. Jadi si pemilik warung gak perlu keluar duit buat modalin beli Teh Botol dulu, dan si distributor Teh Botol gak perlu bikin warung kecil-kecil untuk nempatin produknya.

Keuntungannya lainnya si pemilik warung, rumah makan atau restoran itu udah pasti dapet prosentase hasil penjualan tiap-tiap produk titipan itu, saat ini justru keuntungan si pemilik warung, rumah makan atau restoran terbesar dari hasil titipan itu aneh kan??, justru penghasilan dari usaha utamanya kalah dari usaha titipan orang lain.

Nah itu kalo di lihat dari kacamata keuntungan pemilik warung, rumah makan atau restoran. Kalo keuntungan di Produsen atau Distributor sendiri bagaimana? wah gak usah dibayangkan udah banyak contohnya, distributor Teh Botol, Aqua, Tabung Gas, Minuman Ringan, Snack & Kue2 Kering, Rokok dll, pasti lebih banyak lagi untungnya. Bayangin aja satu botol Teh Botol Sosro paling keluar duit cuma 500 perak, tapi di jual bisa 1000, 1500 atau 2000 perak tergantung lokasinya, gila kan bisa 100, 200 bahkan 300% keuntungannya??.

Dari "bisnis titipan" inilah saya punya ide lain,... saya nitip "Jasa Tune Up Plus, Spooring Balancing dan Service AC" ke tiap-tiap usaha jasa service mobil terutama bengkel mobil yang belum punya jasa seperti saya punya. Saya masuk ke Autobridal dan Shop & Drive yang notabene adalah Cuci Mobil dan Jualan Aki. Saya tempatkan peralatan saya seperti Gas Analyzer, Injector Cleaner, Spooring Balancing, AC dll, juga saya tempatkan mekanik saya disana. Pemilik franchise Autobridal dan Shop & Drive gak perlu keluar duit beli peralatan Jasa Tune Up Plus, Spooring Balancing dll, saya gak perlu bikin franchise Autobridal dan Shop & Drive, ... win-win solution kan!!

Hasilnya luar biasa.. satu-dua bulan jasa Tune Up Plus saya tempatkan di Autobridal dan Shop & Drive kita udah dapet omset 15 juta net di satu tempat (hasil bersih dibagi 2 antara pemilik Autobridal atau Shop & Drive dengan saya). Saat ini saya sudah punya di 4 tempat, dengan investasi 50 jutaan per lokasi,.. saya yakin hanya hitungan bulan saja bisa balik modal dengan cepat.

Bagaimana dengan jenis Jasa atau Produk titipan lainnya bisa gak yaa dibuat model bisnis seperti itu?? Wah udah pasti bisa,.. apapun jenis produk atau jasa udah pasti minumnya Teh Botol Sosro.. ehhh udah pasti bisa di buat "Bisnis Titipan" seperti itu, ini sebenarnya model bisnis lama kok,.. tinggal kitanya aja yang cermat dan kreatif untuk ngembangin usaha kita,... ya enggak ... ya enggakk..

Semoga bermanfaat..


Salam Funtasticcc

Agus Ali
http://agusali.blogspot.com/
Yansspeed "Tune Up Plus Spesialis"
(AB32 Cipinang, AB22 Cimanggu-Bogor, AB23 Semeru-Bogor, Super Shop & Drive Klp Gading, Next .. Cibubur, Pulo Gebang, Jatiwaringin)
www.400education.com (IT Training & Management For Banking)

Tuesday, August 12, 2008

Tips Kreatif Kecipratan Bisnis Franchise


Memiliki franchise bisnis adalah idaman dari semua pebisnis baru, saat pameran franchise kemarin saja banyak sekali penawaran bisnis yang ditawarkan oleh para pengunjung. Para pengunjung yang dateng kesana sudah pasti ingin mencari sesuatu yang baru, model bisnis yang baru atau bisnis kreatif baru, beberapa temen2 TDA yang menawarkan ide-ide bisnis baru yang ikut pameran banyak yang menampuk rejeki mendapatkan peluang kerjasama bisnis.

Beberapa kekurangan manajemen dari franchisor-franchisor lama dan tanpa solusi membuat pengunjung yang haus akan bisnis dan sudah tahu mengenai usaha franchise ini baik buruknya banyak yang melirik temen2 TDA.

Lantas bagaimana dengan temen-temen lain yang tidak punya bisnis, yang ingin berbisnis tetapi mungkin gak mau dan gak mampu membeli franchise atau juga yang sudah pernah punya franchise lantas menjual bisnisnya dan sedikit trauma dengan hal yang berbau franchise.

Sebenernya sih ada pepatah bilang "Don't Say No To Anything", kata AA GYM "jangan pernah berkata tidak pada sesuatu yang kita belum tahu" katanya. Contoh dulu pernah berbisnis kemudian bangkrut lantas langsung teriak "saya tidak akan berbisnis lagi" ehh ternyata setelah beberapa bulan ada peluang bisnis lagi yang lebih oke,.. akhirnya menelan ludah sendiri,.. untuk berbisnis lagi,.. he he.. ya begitulah bisnis.. kayak makan rujak,.. ke-pedes-an trus kapok .. kalo ada rujak yaa di makan lagi...

Lantas kalo gak mau atau gak bisa punya franchise trus gak bisa bisnis dong ? yah ini tantangan buat para pebisnis untuk lebih kreatif. Berikut beberapa tips sederhana supaya kita bisa dapet kecipratan bisnis bahkan bisa dapet lebih besar dari pemilik franchise.

  1. Berkenalanlah dengan pemilik Franchise2 besar sesuai bisnis yang anda minati, contoh bila ingin berbisnis BAKSO ya coba kenal dengan Cak Eko dan pemilik franchisee Cak Eko seluruh Indonesia.
  2. Bila gak pede bisnis sendiri coba aja cari sahabat atau temen atau saudara yang ahli atau expert di skill nya yang bisa diajak gabung untuk berbisnis, ini prinsip Pak Tung Desem, bila ingin join bisnis, harus sama yang ahli dibidangnya.
  3. Tawarkan kepada pemilik franchise (Franchisee atau Franchisor) apakah mereka ingin mendapatkan tambahan income sementara mereka gak perlu keluar dana bahkan produk-produk usahanya jadi bertambah hanya dengan menempatkan produk2 kita di tempat mereka.
  4. Yakinkan pemilik franchise itu bahwa produk anda adalah produk pelengkap yang dijual di franchise itu, juga produk terbaik, diperlukan oleh banyak orang, gampang dijual dan sangat menguntungkan.
  5. Gunakan teknik "berburu di kebun binatang" untuk menjual produk anda selain ada banner besar yang mempromosikan produk anda dan bisa juga tambahkan bonus-bonus tertentu untuk menarik perhatian.

Jadi bila ingin dapet kecipratan dari bisnis franchise nya Bakso Malang Kota Cak Eko, Moz5 Bu Yulia, Shop & Drive atau Autobridal kita gak perlu punya franchisenya, cukup dengan masukan produk pelengkap di Cak Eko, Moz5, Shop & Drive dan Autobridal anda pasti bisa dapet cipratannya atau bahkan bila menjadi besar akan menjadi "basah" lebih basah dari pemilik franchise.

Ini Win-Win solution kok, tanpa mengurangi rasa hormat saya dengan Cak Eko dan Bu Yulia Moz5, bukannya saya melarang untuk membeli franchise, saya yakin mereka bisa setuju dengan usulan ini, karena saya sudah coba di Shop & Drive, hasilnya perusahaan besar seperti Astra Otoparts langsung tanda tangan MOU dengan saya untuk masukan produk pelengkap di seluruh Shop & Driive di Indonesia, contohnya ada di Shop & Drive Kelapa Gading, Autobridal 22 Cimanggu Bogor, Autobridal 23 Semeru Bogor, Autobridal 32 Cipinang, Auto Car Wash Cibubur (menyusul), Mall Mangga 2 Square (menyusul) dan TODA motor (menyusul).




Agus Ali
http://agusali.blogspot.com/
'More Close To 11 Digit'

Sunday, August 10, 2008

Real TDA Member Story "Mereka Bilang Saya Cemen"


> Assalamu'alaikum Wr Wb
>
> Saya bingung mau cerita darimana,tapi saya kpengen sharing dengan teman2
> semua..
> Saya jarang posting di milis ini,hanya anggota pasif saja.Nama saya Ati
> Budiarti..asli Tasikmalaya.Kliatan banget dari namanya kan,hehe.Ya moga2 aja
> bisa berhasil seperti pebisnis lain dari tasikmalaya.amiin
> Supaya lebih 'menjual' saya pakai nama Ati Wicaksono karena kbetulan suami
> saya Rizki Wicaksono asal Surabaya.Gpp ah,kata ibu Aning istilahnya biar
> lebih hoki ya,hehe
>
> Saya mulai bersentuhan langsung dengan TDA ketika Milad TDA terakhir kmaren.
> Kemudian diteruskan dengan TDA EM (Enterpreneur Maker) yang alhamdulillah
> membuat pikiran saya terbuka terhadap bisnis.
>
> Challange dari TDA EM saya respon dengan sangat serius dengan membuka butik
> hamil online momsmiracle
> Tak terasa 4 bulan butik ini telah berjalan dan mendapat respon yang sangat
> baik dari pengunjung.
>
> Alhamdulillah dengan niat bulat,tanggal 08-08-08 kemarin saya mengajukan
> surat pengunduran diri secara pribadi kepada Bupati (karena saya PNS) dengan
> harapan bisa fokus mengembangkan bisnis online ini dan semoga kedepan bisa
> menjadi titik awal saya merambah ke bisnis lain.Ditambah lagi,saya ingin
> bisa menghasilkan uang tanpa harus sering meninggalkan anak saya yang
> berumur 2 th yang sangat memerlukan pendampingan orang tuanya.
>
> Saya akui saya masih buta dengan dunia bisnis.Tapi saya dan suami, sangan
> curious dengan bisnis karena kami punya mimpi besar disana.
> Rintangan berupa omongan2 negatif dari teman2 kantor saya jadikan bahan
> bakar.Walopun saya dibilang 'gila' atau cemen, tp saya bisa merasa lega
> karena saya tau di komunitas ini saya tidak dianggap gila.Jadi yang benar2
> tu siapa ya?hehe
>
> Oya sebenarnya niat ini sudah saya pertimbangkan jauh hari,sejak anak saya
> lahir.Namun siapa tau saya bisa bertekad bulat seperti ini salahsatunya
> karena saya ditinggal pengasuh yang selama ini sangat saya percaya menjaga
> anak.Kira2 sebulan ini saya ditinggal pengasuh yang ternyata kawin lagi dan
> kata tetangga, anak saya dulu sering dibawa maen sambil ketemu pacarnya
> pengasuh.Waduh saya sangat kecewa sekali.Sejak itu saya ingin lebih bisa
> mengontrol anak dengan bekerja dari rumah.
>
> Mohon doanya teman2..Salam hormat untuk mentor saya di TDA EM.Terimakasih
> atas spirit yang ditularkan di komunitas ini.Saya sangat merasa beruntung.
> Wassalam
>
> --
> Ati Wicaksono
> http://www.atiwicaksono.blogspot.com
> http://www.momsmiracle.com
> Solusi Modis Ibu Hamil


Bu Ati, selamat dan sukses atas keputusannya.

Jujur saja sebenarnya kata2 'cemen' dan 'gila' hanya ada di perasaan kita saja, itu sebenarnya gak ada. Saya juga pernah mengalaminya, temen2 saya justru salut dan hormat,... saat awalan saya memutuskan untuk keluar kerja sampai sekarang. Jadi Bu Ati gak perlu kecil hati, ibu jadi panutan temen2 di kantornya, ibu jadi orang hebat,
ibu RT perkasa,.. gak semua ibu2 di jakarta atau indonesia yang berani mutusin hal ini.

Oh yaa, saya sebagai kepala sekolah TDA E MAKER kaget juga waktu 2 minggu yg lalu Bu Ati telp saya katanya ingin mengembalikan dana pinjaman bergulir 10 juta, saya pastikan apakah masih perlu ? kata Bu Ati justru saat ini masih sangat diperlukan berhubung deket2 lebaran, tapi akhirnya minggu lalu dikembalikan ke TDA E MAKER.

Bu Ati ini contoh sukses TDA banget,... real story tentang TDA, mulai dari nol, bahkan mulai dari maaf nih sempet selisih paham dgn suaminya tentang wirausaha,.. akhirnya Bu Ati ikut workshop TDA Maker,.. Pak Roni, Pak Rosihan, Pak James, Pak Iim, Pak Try, Pak Hasan dan saya sendiri dukung dan support terus rencana Bu Ati,...
hingga kami putuskan untuk membantu dana bergulir 10 juta ke peserta TDA MAKERS itu juga atas usulan Bu Ati yang meminta saya dan saya rembukan ke founder2 TDA yg akhirnya menyetujui utk membuatkan dana bergulir 10 juta dgn pinjaman pertama kali ke Bu Ati,..

Alhamdulillah Bu Ati orangnya amanah, tanpa saya tagih dan telp. Bu Ati sudah mengembalikan,... Insya Allah ibu akan kami rekomendasikan ke Bank yang bisa meminjamkan dana untuk pinjaman lebih besar lagi,.. bila tidak punya jaminan gak perlu khawatir,.. kami akan jadi jaminannya.. apalagi tgl. 17 Agustus ini pihak BNI akan tanda tangan MOU untuk support TDA termasuk pemberian kreditnya....

Sekali lagi selamat dan sukses buat Bu Ati, hingga sampai memutuskan untuk keluar kerja.. salut dan hormat saya untuk keputusan yang diambil, ibarat kapal sudah dibakar, tidak perlu ada penyesalan di lain hari yang ada hanya perjuangan dan doa,.. (wah kayak filemnya Bang Haji Rhoma Irama yaa.. he he)..

Buat temen2 TDA lain yang baru mau ber wirausaha sepak terjang perjuangan Bu Ati patut di contoh, tetep konsisten dengan cita-cita, fokus dan kerja keras, pantang malu (minjem duitnya he he), gak ada masalah dengan kekurangannya, buktinya jualan baju cuma online dan ga punya toko beneran ya pede aja Bu Ati,.. dan satu lagi sayang
sama keluarga, sama suami dan anaknya,.. beda pendapat sedikit dgn suami gak apa2, yg penting bisa komunikasi dgn baik, endingnya happy dan suami bisa mengerti bahkan men support sampai sekarang...


Wassalam

Agus Ali
http://agusali.blogspot.com/
Kepala Sekolah
TDA E Makers
('Take Double Action' Enterprener Makers)

Notes : Dalam waktu dekat TDA E Makers akan masuk di beberapa Univ
dan Sekolah Tinggi yang punya program Kelas Wirausaha, mohon doanya.