Tuesday, August 14, 2007

Tangible, Intangible & Quasi Tangible Hitungan Allah


Waktu saya masih BODOH dan BUTUH sekolah MM lagi di BINUS saya dapet mata kuliah Information Economic, yang intinya dari mata kuliah itu menghitung semua nilai project apakah nilai project ini dari sisi Bisnis KUAT atau LEMAH atau dari sisi Teknology KUAT atau LEMAH

dengan menentukan masing-masing kelemahan dan kelebihan dan membuat bobot skornya, dari situ juga dihitung mulai dari cost yang dikeluarkan tahun ini kemudian dibuat perkiraan 5 tahun ke depan cost reduction nya (pengurangan biaya bila project ini dijalankan) untuk dicari ROI nya.

Sampai pada tahap menganalisa semua nilai dan mencatatnya, mulai dari nilai pengurangan biaya yang Tangibel (Analysis of Tangible Value), nilai yang samar-samar (Analysis of Quasi Intangible Value)

sampai dengan nilai yang tidak kelihatan (Analysis of Intangible Value), kemudian setelah di berikan bobot nya dan dikasih kesimpulan akhir atau score apakah nilai project tersebut dari sisi BISNIS kuat dan sisi Teknologi juga KUAT atau sebaliknya.

Ilustrasi diatas sebenarnya hanya menggambarkan bahwa kalo kita manusia saja bisa menghitung atau menganalisa mulai dari kegiatan kita yang Tangible, Quasi Tangible atau Intangible sekalipun dengan bobot dan score tertentu.

Lantas bagaimana dengan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua rekan-rekan disini pasti setuju dengan saya bila saya katakan bahwa Allah pasti menghitung Tangible, Quasi Tangible dan Intangible Value atau zakat atau sedekah yang dikeluarkan oleh Temen-temen TDA dan saya sangat setuju dengan istilah Gusti Allah Tidak Pernah Sareh (Allah tidak pernah istirahat/tidur).

Atau dalam istilah lainnya, semakin kita banyak memberi pasti akan semakin banyak menerima. Dan beberapa disini sudah menerapkannya seperti Pak Roni, Pak Masbukhin, Pak Haji.

Semakin banyak memberi secara Tangible dengan diadakannya seluruh kegiatan TDA kepada member, Panitianya pasti akan menerima secara Tangible juga dengan naiknya omset penjualan masing-masing secara otomatis akan menerima Quasi Tangible dan Intangible Value seperti ajakan berbisnis, penambahan ide bisnis sampai dengan ucapan terimakasih, di doakan, dan yang pasti di mimpikan anggota TDA,

karena semua bermimpi ingin menjadi pebisnis seperti Pak Roni, Pak Masbukhin dan Pak Haji dan itu saya sebut sebagai penerimaan secara Intangible Value. Kalo yang Tangible untuk Pak Roni efeknya adalah bisa berbisnis dengan para GAJAH seperti Shafira dan juga dari para UKM di Bandung atau pengusaha DISTRO.

Untuk temen-temen yang lainnya silahkan analisa dan catat sendiri efek dari TDA ini secara Tangible, Quasi Tangible dan Intangiblenya.


Salam Funtastic


Agus Ali
“Menuju 11 Digit”

5 Waktu = Project Life Cycle


Kita sering menggerutu karena tidak sabar ingin melakukan apa saja dengan sekali jadi, dan kemudian ketidaksabaran itu membuat kita merasa capek dan bosan, lalu meninggalkannya.

Padahal jika kita melakukannya sedikit demi sedikit, dan setahap demi setahap sesuai dengan planning yang disusun, pasti kita akan mampu melalui fase-fase tersebut dengan tenang.

Sebagai project manager kita harus melengkapi diri dengan project management methodology yang baik.

Proyek yang kita laksanakan memiliki project life cycle yang harus kita ikuti. Initiation, planning, executing, controlling dan closing. Semua harus dilaksanakan secara bertahap, tidak boleh ada satupun yang tertinggal hanya karena ingin cepat menyelesaikannya.

Pengalaman mengatakan, seseorang yang melakukan pekerjaan secara bertahap jauh lebih produktif daripada melakukannya sekaligus.

Tuhan telah mengajarkan kita membagi waktu kita setiap hari. Saat melakukan shalat di awal pagi, kita melakukan initiation dengan menajamkan niat, bahwa apa yang kita kerjakan adalah semata-mata untuk kemuliaanNya.

Lalu waktu setelah shalat subuh yang menyegarkan itu, bisa digunakan untuk mengevaluasi project plan secara global, lalu menyusun planning, berupa activity list yang anda akan kerjakan di sepanjang hari nanti.

Di tengah hari, setelah melakukan execution terhadap activity list yang telah disusun, ada saatnya anda harus jeda sejenak untuk menghadapNya. Setelah jeda tersebut, execution dilanjutkan dengan activity-activity yang lebih ringan.

Ketika terik matahari telah berkurang, anda kembali Shalat, lalu siap melakukan hal yang lebih `berat' yaitu tahap controlling dengan mengadakan meeting-meeting reguler, negosiasi-negosiasi penting atau peninjauan ke lapangan.

Setelah sembahyang dikala senja, anda bisa mengobrol ringan dengan team member, menjalin tali silaturahmi dengan para konsultan dan kontraktor proyek anda. Banyak hal-hal yang hanya bisa diselesaikan melalui pertemuan informal, makan malam bersama, bermain tennis atau obrolan-obrolan kecil dari hati ke hati.

Lalu tiba saatnya anda melakukan closing hari kerja untuk pulang dan Shalat bersama keluarga, bercengkerama dengan si kecil bermanja-manja dengan istri anda. Kalau Tuhan telah membagi lima tahap dalam life cycle anda sehari, kenapa anda memaksakan melakukan segala sesuatu sekaligus ?



Salam Funtasticc


Sumber: Jaya Martha (Proyect Manager)

Agus Ali
"Menuju 11 Digit"

10 Kepribadian Billionaire by JSB

Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area.

Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia.


Sebutlah namanya Mr. JC. Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC inidisebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting.
Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan.


Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.Ternyata, di luar dugaan saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya.

Sungguh saya sangat terkesan. Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja.

Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul dibenak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.


Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

Satu, keberanian untuk berinisiatif.

Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja RealEstate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka.

Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university Trump University.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yangbisa kita pelajari dan tiru.

Dua, tepat waktu.

Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu.
Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis.

Tiga, senang melayani dan memberi.


Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give toothers, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain.

Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.


Empat, membuka diri terlebih dahulu.

Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)


Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan parapartner bisnis.

Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is anisland," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

Enam, senang mempelajari hal-hal baru.

Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.

Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: gooddays and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik.

Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa?Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).

Delapan, berani menanggung resiko.

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menujusukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a goodor a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama dikemudian hari kan?

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini(kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Sepuluh, "comfortable in their own skin"

alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada.


Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurang mampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Andayang bisa menjawab.

Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunungkesuksesan.


[]Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S. Bev.Jennie S. Bev adalah konsultan, entrepreneur, penulis dan edukatorberbasis di San Francisco Bay Area. Baca perjuangan dan prestasinyadi JennieSBev.com.


Salam Funtasticc

Agus Ali

Tuesday, August 7, 2007

Kenapa Sih Harus Berbisnis Busana Muslim




Wah Mas Yanto,.. selamat yaa... baru masuk TDA, kenalan, terus sharing di offline dan online dahsyat sampeyan mas, nanti bikin blog ya mas, tulisannya harus dimasukin ke blog nya.

Mengenai fenomena busana muslim seperti yg ditulis Mas Yanto, saya sendiri, serta temen2 lain spt Pak Roni sering bicara ke temen2 TDA lainnya kalo berbisnis jangan ikut2an. Oke lah kalo baru mulai belum pernah berbisnis yaa boleh2 aja nyoba,.. tidak keterusan, justru ilmu ATM jadi AT aja, dari AMATI, TIRU, MODIFIKASI menjadi AMATI, TIRU aja ga ada MODIFIKASI nya atau rencana mencoba produk lain.

Saya liat di TDA kebanyakan seperti ini, padahal bisnis garmen banyak sekali macamnya. Giliran jual JILBAB laku semua pelaku bisnis di TDA jual jilbab, trus mau produksi sendiri dsbya, giliran BAJU MUSLIM laku terus semua maen di BAJU MUSLIM, jadi ilmunya hanya A dan T aja dari ATM gak ada MODIFIKASInya.

Saya seneng Mas Yanto bisa share, banyak loo produk lain selain busana muslim atau jilbab yang juga oke, bisa dapet duit, berkesinambungan dll, saya sangat setuju itu. Bisa maen produk BATIK kayak Pak Abduh yang punya VISI besar konsisten di batik sampe expert, ada produk baju2 BABY yang saya liat justru sangat dahsyat penjualannya di ITC Mangga Dua karena tak lekang oleh waktu dan jaman, mau sebelum atau sesudah lebaran, mulai bulan januari sampai desember tetp laku sepanjang tahun.

Coba deh produk busana muslim, hanya bisa bagus 3 sampe 5 bulan setiap tahun setelah itu akan turun penjualannya.

Oke lah kita MUSLIM (beragama Islam), bukan berarti ga bisa berbisnis selain BAJU MUSLIM atau harus berbisnis busana muslim. Contoh Pak Hertanto bisnis maenan edukasi, sewaktu kita mau buka bareng di ITC Mangga Dua, justru Pak Hertanto yg berbeda saat itu Pak Her tidak jualan garmen di ITC Mangdu tapi jualan maenan edukasi, hasilnya paling bagus dan konsisten dari temen2 lainnya yg berjualan.

Please, deh ah banyak kok contoh produk garmen yang dahsyat2 seperti spesialis KAOS distro, spesialis Busana Dalam, spesialis Busana Kerja, spesialis Baju Tidur, Baju Bola atau Olah Raga, gak harus Busana Muslim kan ??.
Saya liat justru pemain Busana Muslim di Tanah Abang dan ITC Mangga Dua setelah LEBARAN mereka pada nganggur, SEPI BANGET kata distributor saya di Tanah Abang, dan berusaha ke alternatif lain seperti jual ROK dll, dan menjelang lebaran seperti sekarang ini baru mulai bergerak lagi setelah itu abis lebaran sepi lagi...

so bagaimana menyikapinya, buat mereka pemain besar atau pemain2 yang sudah bertahun2 mungkin sudah tahu solusinya, tapi bagi pemain kecil yang saat ini sedang booming setelah lebaran yaa.. sudah tutup dulu deh mau ga mau.. atau berusaha jualan di produk lain.

Poin-nya adalah, buat pebisnis baru, mohon info2 mengenai bisnis, cara berbisnis, produk yang bisa membuat bisnis anda bukan hanya sekedar jualan aja dulu lahh.. itu bisa di dapat di TDA ini, dari blognya Pak Roni sudah sangat jelas siklus garmen pertahun bagaimana, apalagi busana muslim yang sangat rentan siklus penjualan pertahunnya, semua bisa disikapi dengan benar, tidak asal jualan, baru jualan beberapa bulan sudah SANGAT PUAS dan INGIN KELUAR KERJA jadi FULL TDA.

Ini keinginan positif yang salah menurut saya, enjoy aja dulu dengan bisnis anda, buat sistem yg baik, ambil pengalaman minimal 1 sampai 2 tahun baik itu pengalaman manis maupun pengalaman pahit, rasakan pengalamannya, menabunglah buat persiapan TDA 1-2 tahun kemudian baru jadi FULL TDA 100%.



Salam Funtasticc

Agus Ali
"Menuju 11 Digit"
http://agusali.blogspot.com/

Saturday, July 21, 2007

Analisis Tip Top - 2

Saya pernah cerita ke Pak Roni emamng bahwa saya pelanggan TIP TOP sudah 15 tahun lamanya. Setiap akhir bulan saya dan istri pasti belanja untuk keperluan rumah tangga bulanan, dulu sewaktu Tip Top hanya di rawamangun kami pasti ke rawamangun, kemudian setelah ada cabang di Pondok Bambu dan lebih dekat kami lanjutkan belanja bulanan ke Tip Top cabang pondok bambu.

Memang gak disangkal lagi soal harga Tip Top PALING MURAH, saya pernah bandingkan dengan Supermarket sejenis maupun yang lebih besar spt Carefour hasilnya Tip Top tetp lebih murah.

Karena keseringan anter belanja tiap bulan jadi total saya ke Tip Top adalah 12x15 = 180 kali sampe saat ini dari tahun 1992 an, dan saya pasti ke lantai 2 setiap anter istri belanja, daripada saya bengong dan cuma jadi tukang dorong, saya sering liat2 lantai atasnya sekedar mau belanja atau tidak.

Lantai Tip Top dahsyat luar biasa dari tahun 1992 an selalu penuh di akhir bulan, pertengahan awal dan pertengahan bulan lumayan ramai juga di lantai bawah, apalagi di rawamangun kalo di pondok bambu antrian hanya 2 atau 3 saja. Untuk di akhir bulan di cabang rawamangun bisa sampai 15-20 troli untuk bayar ke kasir dan kita mesti antri untuk sekitar 10 kasir, di pondok bambu sedikit lebih nyaman karena walau akhir bulan antrean hanya mencapai 5-8 saja..

Fenomena lantai 2 Tip Top ini memang sedikit aneh menurut saya, dibawah gak bisa jalan tetapi diatas kurang bagus, sangat nyaman untuk berbelanja (karena tidak rame) mungkin antrian hanya 2 atau 3 saja itupun kasir hanya 2. Kalo di akhir bulan lantai 2 paling hanya mencapai 4-5 antrian di rawamangun, utk di pondok bambu jelas lebih tidak antri lagi alias sedikit sepi dibanding rawamangun.

Kemudian saya juga sering beli makanan kecil atau jajanan disekitar Tip Top (di area pinggiran parkir atau luar area), justru makanan kecil dan jajanan ini sangat laku dan banyak pembelinya, mulai dari jual majalah, voucher, roti, dll, keluar sedikit ada bakso, soto, sate padang, justru rame juga. Di Rawamangun pusat jajanan dan makanan kecil memang rame sekitar area Tip Top karena disana ada Apotik RINI, apotik 24 jam yg menjual harga obat sangat murah. maka itu area rawamangun lebih hidup untuk kuliner dan jajanan lainnya.

Untuk cabang Pondok Bambu, dulu pernah ada kantin di sekitar area parkir seperti makanan dan jajanan tapi sekarang saya liat sudah tutp dan hanya ada laundry dan jual voucher, paling kuliner ada di area luar atau dekat jalanan dan memang area luar ini menjadi area kuliner yang sangat laris, mulai dari Soto, Sate, Somay, dll. Terkenal disitu Soto Mie Bogor depan Tip Top pondok bambu. Pasti penuh dan bikin macet kalo siang atau malam hari.

Jadi kesimpulan dari situ semua, sepertinya bila anggota TDA ingin berusaha apapun silahkan aja, saya tidak nakut-nakutin, saat saya nulis ini saya pake otak kiri atau kanan saya juga ga tau yg pasti saya pake otak, kalo gak pake pasti ga bisa nulis... he he..

Sekali lagi ini fakta bukan analisis, bila kurang yakin silahkan analisis sendiri, pastinya lantai 2 Tip Top menurut saya dan yang saya amati kurang begitu bagus, lantai 1 sangat dahsyat, karena harga murah yaa... kalo lantai 2 harga murah bagaimana ???,.. sepertinya lantai 2 harganya murah juga kok.. kurang promo kali ??? mungkin juga... menurut saya Tip Top memang tidak pernah promo di koran2 atau berita lain, mereka dari mulut ke mulut beritanya sampe ke pelanggan setia seperti saya dan istri.

Kesimpulan saya untuk temen2 TDA yg mau buka usaha di Tip Top dan tempat lain apapun jenisnya ada 2 rule yang harus ditaati bila ingin sukses, rule yang pertama menurut saya jangan ikut-ikutan, rule yang ke dua adalah kembali ke rule yang pertama.

Saya pernah alami, ikut2 an, temen TDA yg lain juga, hasilnya ga bagus, jangan sampe terulang lagi hal2 yg ikut2an asal jualan.


Salam Funtasticc


Agus Ali, TDA 2.0
http://agusali.blogspot.com/
"Menuju 11 Digit"

Friday, July 13, 2007

Menjadi TDA dengan Nurani

Ketika kita ingin melakukan sesuatu lakukan lah dengan mengambil sisi positifnya. Hasilnya pasti kita tidak capek atau ngos-ngos an seperti orang yg dikejar anjing kemudian lompat pager 3 meter, atau juga hasilnya tidak mambuat kita HAMPA karena mengejar sesuatu yang kosong.Great ..!!! Pak Agung saya setuju dengan anda.

Saya sempet kaget dan baru ingat ketika Rabu lalu Pak Roni cerita ke temen2 Mastermind Bogor, bahwa saya KELUAR KERJA tidak ada masalah apapun, punya karir bagus di kantor, Gaji besar, di hormati, satu kantor dengan istri jadi pulang pergi bareng dan irit ongkos, juga bulan Juni dapet BONUS gede kok ya keluar juga.

Setelah Pak Roni cerita itu saya juga baru sadar,... ohh iya yaa.. kenapa saya kok bisa keluar juga padahal udah enak... dapet mobil, jabatan, gaji, karir... plus bonus lagi bulan Juni nya. ... saya ini bodoh atau pinter, wah gak tau lah.. pokoknya keluar dulu.

Tapi saya lihat dari sisi lainnya... kalo saya gak keluar .. saya gak mungkin jalanin bisnis saya, gak mungkin ketemuan Mastermind, gak mungkin ketemu network, ketemu investor, ketemu pelanggan dsbnya, sampe ketemu dan jadi member Club 11 Digit.

Saya hanya jalanin hidup ini sesuai PERASAAN saya aja, sesuai HATI atau QOLBU saya. Dulu waktu karir bagus, gaji bagus, rumah tangga bagus, aset mobil dan rumah bagus saya masih merasa HAMPA, ... karena tantangannya sudah ga ada lagi. Kemudian setelah jadi TDA semua menjadi tantangan, menjadi chalenge saya untuk saya dapatkan, contohnya yang 11 digit ini.

Maka itu Pak Roni sempet usul ada jenjang KARIR di TDA, pertama yang TDB belum punya bisnis harus dibimbing oleh Amphibi yang sudah punya bisnis, kemudian Amphibi yang sudah punya bisnis harus dibimbing oleh TDA yang punya bisnis dan yang TDA punya bisnis (9 atau 10 digit) harus dibimbing oleh TDA 11 digit. Begitu seterusnya, TDA 11 digit nanti harus naik menjadi 12 dan 13 digit dan harus bimbing TDA 12 digit menuju kesana... gimana Dahsyat kan ???

Jadi buat temen yang mau menuju TDA, tanyalah ke hatinurani atau Qolbu nya masing, bener gak sih saya ada di komunitas ini dan mau keluar jadi TDA, kalo bener teruskan, targetkan dan dapatkan kalo salah berarti anda salah komunitas.


Salam Funtasticcc


Agus Ali 2.0
http://agusali.blogspot.com/
'Menuju 11 Digit'

Thursday, July 12, 2007

400 Education On The Track to 11 Digit

Hari rabu lalu sebenarnya saya banyak aktifitas mulai pagi hari. Karena haru rabu adalah hari pertama kali AS400 Education memulai kerjasama untuk Training Centre di gedung BPPT.

Sebenarnya proses kerjasama sudah dilakukan mulai bulan lalu, dan hari Rabu kemarin adalah puncaknya hasil kerjasama itu. Dulu sebelum kerjasama dengan BPPT, 400 education melakukan training dengan cara "Nomaden" kadang di wisma nugra, di hotel2 dsbnya. Kedepan kami sepakat dengan BPPT untuk menyelenggarakan training bareng.

BPPT punya tempat, punya resource mulai dari S1, S2 bahkan S3 Phd atau Doktor tinggal kita mau milih Trainer yg cocok, customer yg sesuai dan materi yang dahsyat. Tinggal saya dan team memasarkannya saja, dan Insya Allah hasilnya 400 Education kelak akan kolaborasi dengan BPPT menuju 11 digit.

Saya sangat optimis ini bisa dilakukan, karena selain modul2 training yang sudah kita punyai plus tambahan modul dari BPPT, ini bisa mencapai target visi dan misi 400 education sebagai Pusat Kursus & Pendidikan IT Terbesar di Indonesia dan Asean. Kami punya dream yang tinggi karena saat ini hanya ada segelintir pemain disana, paling-paling yg besar hanya ada di Universitas IT seperti Binus, Gundar, dll atau di Universitas negeri lainnya. Mereka ada kelemahan karena Trainer nya hanya sebagai GURU saja, beda dengan 400 Education yang merupakan PRAKTISI atau Profesional di sejumlah perusahaan Multi Nasional. Cara penyajian setiap Trainer di sesuaikan dengan kondisi dilapangan para Trainee nya bukan sekedar konsep aja, ini KEY POINT kita.

Kalo ditanya 'kok bisa ya' kerjasama dengan BPPT, atau kerjasama dengan TRAINER yang dahsyat. Wah ini pake LOA Law Of Attraction, pake kekuatan dream, network, dan hati. Hasilnya 400 education bisa disejajarkan dengan IT Education Centre besar lainya karena sudah punya lokasi Training dan berkantor di Jalan Thamrin, pusat bisnis di jantung Jakarta, kalo ditanya biayanya berapa ? yang pasti dengan ilmu LOA itu kami bisa dapet biaya LEBIH MURAH dari sebelumnya yang NOMADEN.

So, tantangan Pak Rosihan yang saat ini mencari perusahaan IT yang omsetnya miliaran dan triliunan Insya Allah bisa kami jawab. Tugas saya masuk sebagai partner Pak Iim di 400 Education memastikan omsetnya bisa naik 5-10 x dari tahun sebelumnya dan Insya Allah juga dengan kendaraan ini dalam waktu 5 tahun bisa mencapai 11 digit, saat ini kita belum main di property, saham atau me Listing 400 education.com, wah kalo semua itu di "MAIN" kan Insya Allah bisa mempercepat waktu mencapai 11 digit.

Jadi... menuju 11 digit siapa takut !!


Salam Funtasticc....


Agus Ali, TDA 2.0
"Menuju 11 Digit"