Tuesday, June 19, 2012

Cara Membuat Brand Baru

Assalamualaikum rekan-rekan milis tangan diatas,

Berikut akan saya ceritakan sedikit mengenai pembuatan merek sendiri. Seperti saya ceritakan sebelumnya pada waktu saya dateng ke pertemuan dengan Pak Haji Alay di restauran sederhana, saya ingin sekali menjual produk saya sendiri yang berupa kaos muslim, tetapi kemudian berdasar pengamatan dan melihat situasi di Tnh Abang dan Mangga 2 akhirnya saya putuskan untuk menjual baju anak-anak muslim dan fashion dengan dimulai dari umur 6 bulan sampai 12 tahun (kelas 1 atau 2 SMP).

Pada waktu baju anak-anak tsb diproduksi (kira-kira 2 minggu lalu) saya belum ada merek sama sekali dan saya liat kondisi dilapangan sangat memerlukan merek yang baik sebagai identitas produk kita. Saya melihat merek Ibu Waru sangat bagus dengan konsep produk yang spesifik dan packaging yang menarik di tokonya kelihatannya Ibu Waru akan eksis lebih lama. Akhirnya saya diskusi dengan istri saya untuk mencari identitas yang jelas untuk produk kita, supaya orang yang beli bisa tahu produk ini mereknya apa dan belinya dimana, dan akan lebih senangnya lagi kalo pembeli itu tahu bahwa itu adalah merek kita sendiri dengan desain sendiri dan menjadi kebanggan sendiri juga.

Untuk pembuatan merek tahap awal kami list nama-nama yang cocok yang sangat berhubungan dengan konsep dan jenis produk yang akan kita jual. Saya mulai dari nama anak saya, singkatan nama anak-anak saya, nama-nama umum, nama-nama muslim, nama-nama berbau jawa dan Indonesia, juga nama-nama barat, istilah barat, kata-kata yang menarik dan lucu.

Pengalaman dalam membuat merek sempet saya pernah diskusikan dulu bersama rekan dari SAM DESIGN, bahwa merek itu harus singkat, mulai dari 2 huruf sampai 5 huruf, gampang diucapkan, lucu, menarik dan pengertiannya mendalam. Rekan dari SAM DESIGN dulu pernah usul ke saya kalo merek yang bagus waktu itu tahun 2005 biasanya ada huruf x atau v atau z atau s, misalnya kalo mobil (saya sekarang kerja di otomotif, PT. KTB - Mitsubishi) itu VIOS, GRANDIS, MAVEN, JAZZ, atau XTRAIL, dll. Dulu waktu masih culun (2003), saya pernah membuat baju muslim dewasa dengan bahan yang bagus dan mereknya Clump Be (baca kelambi - dalam bahasa jawa), bahasa indonesianya baju.

Hasilnya terus terang kurang bagus, saya introspeksi sebenarnya bukan hanya mereknya saja yg kurang bagus, cara penjualannya juga kurang tidak punya networking yang bagus, tidak punya kios, belum kenal sama rekan-rekan milis di atas dan belum masuk EU. Akhirnya jeblok dan saya sudah invest 30 juta, tidak tahu duitnya kemana aja. Pokoknya banyak deh kekurangannya. Dan 2 hari yang lalu saya membuat merek baju anak-anak muslim dan fashion dengan merek B'Cute, yang artinya lebih kurang 'Jadi Cakep Deh Aku Kalo Make Baju Ini" niat saya sih kalo Ibu-Ibu makein baju saya ke anaknya setelah Ibu tsb make-in baju ke anaknya terus diciumnya itu anaknya sambil ngomong " Wah Kamu Cakep / Cantik ya pake Baju Ini", bangga bener saya kalo denger ada Ibu yang ngomong gitu ke anaknya, sementara itu adalah produk kita yang dipake.

Temen-temen mungkin inget waktu kecil dulu kalo pagi atau sore abis mandi atau mau pergi jalan-jalan kita pasti di dandanin Ibu dan setelah dandan Ibu pasti cium kita dengan tulus setelah badan kita di bedakin supaya wangi dan pake baju cakep. Begitu juga waktu kecil kita bertamu ke saudara, kalo kita wangi (pake bedak wangi) dan pake baju yang lucu pasti kita diciumnya, indah bener masa itu yaa.. Dari penjelasan diatas berikut kesimpulannya :
  1. Buatlah list nama-nama dari dalam dan luar negeri, bukan hanya nama orang tapi kata sifat, lucu dan kesan baik dan punya makna yang dalem.
  2. Baca lagi list yang sudah kita buat untuk dikurangi, misalnya sudah buat 200 kata jadi berkurang serta tambahkan lagi bila masih ada ide lain.
  3. Tentukan konsep baju kita ke arah mana, dan merek kita akan berkesan apa terhadap pemakainya dan terhadap yang melihat.
  4. Tentukan 3 terbaik, diskusikan dengan orang lain atau istri sebagai best friend terdekat untuk menentukan hasil akhir.
  5. Buatlah di coret-coretan dengan huruf-huruf yang lucu dan bagus nanti bentuknya seperti apa, mainkan huruf-huruf tsb dengan warna atau non warna, backgroundnya seperti apa.
  6. Untuk lebih baik pake tools software Photoshop atau Coreldraw, minta orang lain yang ngerti software ini mengerjakannya, keluarin ide kita untuk membuat merek itu menarik.
  7. Cetak lah dan tentukan 1 diantara 3 pilihan itu yang paling bagus mana hasilnya, kalo bisa tiap merek dibuat 3 desain yg berbeda.
  8. Setelah ditentukan yang terbaik, di Tnh Abang (kemarin saya ke sana) ada jasa printing untuk pembuatan label dan hand tag -nya. Sebaiknya pergi ke sana dengan minimal order 1000 lusin (bisa lebih sedikit, jatuhnya lebih mahal).
    Konsultasikan dengan orang pembuat label itu sebaiknya merek kita lebar dan tinggi berapa, pake warna atau tidak, hand tag-nya besarnya seberapa, pake warna atau tidak. Kalo pake warna artinya lebih mahal, lebih besar ukuran lebih mahal, lebih bagus lebih mahal, untuk awal sebaiknya tidak perlu yang mahal dulu. Saya akan rekomendasikan temen-temen yang ingin buat merek sendiri, kemarin saya buat cukup murah untuk label print 700 per lusin (2 warna), untuk label hand tag 750 perlusin (5 warna) lokasi di sebelah Blok A Tnh Abang.
  9. Walaupun sudah murah biayanya pembiatan itu, sebagai pebisnis kita harus nawar, berapapun sampe titik darah penghabisan.

Demikian mungkin sharing saya buat temen-temen yang ingin membuat merek sendiri dan selanjutnya setelah ada merek tinggal di pakai di produk kita dan saya rasa kita akan lebih giat lagi berpromosi, la wong merek kita sendiri kok yaa, pasti cinta dan semangat banget untuk promosiin ke temen, kakak, saudara, teteh, kakek, nenek, milis, website, dan mohon doa ke Allah supaya merek kita (sambil disebutkan yg keras) bisa laku dan diterima orang dengan baik, Insya Allah.

Salam Funtasticc

Agus Ali



Kiriman ini mengonfirmasi kepemilikan saya terhadap situs dan situs ini
mematuhi kebijakan program dan Persyaratan dan Ketentuan AdSense.
ca-pub-1242471505277147

Monday, January 16, 2012

New Story Begin


Yah new story will begin saat ini, kemaren 16 Jan 2012 saya ke Sungai Danau, Banjarmasin Kalimantan Selatan untuk sebuah bisnis baru "nambang batubara". Posisi saya adalah "belajar" alias "Pengusaha Tambang Pemula".

Hari senin jam 09.00 tepat yg tumbennya (katanya temen2 saya) pesawat Lion Air sudah takeoff dari bandara Soekarno Hatta, padahal biasanya telat..., diiringi cuaca cerah sepanjang jalan dari rumah di bekasi sampai takeoff pesawat dari Jakarta ke Banjarmasin, padahal hari2 lain hujannya luar biasa dan cuaca gak bersahabat, Alhamdulillah Allah kasih jalan untuk saya dan Deni Ulfa partner usaha untuk memulai perjalanan bisnis baru di usaha tambang batubara.

Sebenernya jalan menuju berbisnis tambang batubara sangat panjang, sejak tahun 2010 Pak Darmanto tetangga dan sahabat saya sudah ngajak untuk nambang di Kalimantan tepatnya daerah batuah Kaltim.

Pak Darmanto mantan partner bisnis saya diawal memulai bisnis sejak tahun 2000, awalnya saya ber partner dengan Pak Darmanto sejak usaha konveksi baju yg juga di ajak Pak Darmanto, mulai dari punya 2 mesin jahit sampai dgn punya 30 mesin jahit luar biasa memang pertumbuhannya tapi ada sesuatu di balik itu, perusahaan kami sangat rapuh managemennya amburadul, banyak kecurangan2, dan pemiliknya tidak fokus karena saya dan Pak Dar masih bekerja saat itu. Akhirnya 2 tahun kemudian tutup, karena rugi saat produksi kaos seragam ternyata ditolak padahal sudah keluar duit ratusan juta, gak lama mesin jahit hilang ada yg ngambil walahhh tambah kapok berbisnis konveksi.

Pak Darmanto lah yg menyuruh saya keluar kerja saat 2006 desember untuk bisnis IT dengan Pak Robi, ya kebetulan saya juga sudah bertekad untuk keluar kerja dan ketemu temen2 Pak Roni, Pak Iim, Bu Yulia, Pak Aris serta Pak Hertanto dan Pak Hantiar. Waktu itu awal2 pembentukan komunitas TDA. Namun sayangnya setelah saya keluar dan fokus ke IT dan bisnis pribadi saya bengkel mobil Autobridal. Bisnis IT saya dengan Pak Darmanto dan Pak Robi gagal lagi.

Saya melanjutkan hidup saya dengan bisnis bengkel dan gak lama saya beli saham perusahaan Pak Iim Rusyamsi www.400education.com dan jadilah saya pemilik 45% saham PT. Mitra Global Sejahtera saat itu dan berkembang sampai sekarang.

Tahun 2010 Pak Darmanto sudah mulai bisnis tambang batubara awalnya juga sama "belajar" atau "Pengusaha Tambang Pemula", sejak tahun 2010 saya sudah di ajak sama Pak Dar tapi saya belum karena masih fokus dengan bengkel Yansspeed Motor bengkel mobil dan Bisnis IT dengan PT Mitratama Global Sejahtera nya. Saat itu saya bilang "lu ajalah dulu kalo sukses ajak2 gua" dan alhamdulillah Pak Darmanto sukses, dan keluar kerja sebagai General Manager di PT Berca Herdaya Perkasa, padahal di PT Berca Pak Dar sudah mapan dan mature dikit lagi jadi direktur, salutnya saya Pak Dar tetep bertekad mau berbisnis dan alhamdulillah sukses walau sempet deg-degan maklum berbisnis tambang lebih banyak cerita "gagal"nya di banding "sukses"nya.

Ya akhirnya pertengahan 2010 saya gak kuat godaan nambang batubara, dari jenis bisnisnya yang tipe project memang "gue banget" yg paling ngiler sih dari keuntungannya "dahsyat" abiss gak ada bisnis lain yang high income spt bisnis batubara ini, kecuali melihara tuyul kali ya hehehe... sejak 2010 saya mulai gerilya cari investor, karena pak dar nawarkan beberapa tambang kecil yg menarik. Saya tinggal cari investor plus invest beberapa ratus juta saja sebagai DP, wahhh ga masalah buat saya, banyak temen pengusaha ini pasti bisalah Insya Allah dapet investor.

Yakin banget memang dapet investor tapi kenyataannya susah minta ampun, sejak 2010 cari sana sini ga dapet2. Akhirnya ada peluang bisnis stokpile di cirebon palimanan yg kebetulan juga deket rumah mertua saya. Oke deal, sejak 2010 akhirnya saya dan Pak Dar ber partner sebagai investor dan pemilik Stokpile Palimanan. Sejak saat itu saya baru tau yang namanya batubara. Bisnis stokpile sebenernya bagus, namun sayang partner kita di cirebon tidak amanah, banyak kecurangan2 saat membuat bisnis stokpile pengeluaran2 yang di besar2kan shg biaya investasi tinggi sekali. Yah pelajaran buat saya dan Pak Dar untuk lebih teliti lagi dalam ber partner. Setelah masalah internal selesai toh stokpile ini bisa berjalan baik sampai saat ini, Alhamdulillah sekali lagi saya bisa belajar bisnis sampingan dari batubara. Tekad saya untuk "Ikut Pak Dar" kemana aja pergi alias minta di mentoring bisnis batubara cukup berhasil.

Kemudian 2011 coba mulai menawarkan lagi tambang ke investor, pak darmanto yg tipenya berapi-api dan buru-buru membuat kita semangat lagi. Saya dan Deni partner sudah masukin duit beberapa ratus juta sebagai uang muka. Namun sang investor sampai akhir Desember 2011 tak kunjung tiba. Sampai akhirnya awal Januari 2012, Pak Darmanto ketemu mantan temannya di Berca yg berbisnis Distributor komputer mau invest, dan disinilah saya sebagai partner Pak Darmanto di lokasi tambang yang dikerjakan PT Max Spread sebagai pemilik SPK. Pak Panji, Pak Hardi dan Pak Yayan sebagai pemilik Max Spread sangat open untuk bantu saya belajar nambang disini.

Walau tidur di rumah sederhana, dengan fasilitas sederhana tidak membuat tekad saya surut untuk belajar tambang. Semoga ini menjadi awalan untuk belajar bisnis tambang batubara lebih besar lagi dan saya harus banyak belajar, istiqomah dengan tujuan dan tetep enjoy...

Wassalam

Sungai Danau 17 Jan 2012,
Banjarmasin Kalimantan Selatan


Agus Ali

Thursday, August 18, 2011

Hiduplah dengan Iman bukan dengan Akal


Perkenalkan Guru Bisnis saya H. Alay atau Pak Rusli Arismal beliau adalah Dokter Mall yaitu pengusaha muslim yang punya beberapa toko fashion di Tanah Abang, bisnis utamanya fashion tapi bisnis yang paling utama adalah properti, tepatnya menghidupkan properti yang mati di tinggal penyewanya.

Pak Haji Alay ahli dibidang akuisisi Mall Mall yang bangkrut, mati atau terbengkelai. Profil Pak Haji (begitu biasa kami sebut) ada di majalah SWA beberapa bulan lalu, silahkan baca dan lihat sendiri. Saat ini hanya Pak Haji yang berani punya properti di Tanah Abang Blok F (persisnya di belakang Tanah Abang Blok A) sebagai kompetitor Tanah Abang Blok A - H yang megah meriah tersebut yg konon di dirikan oleh pengusaha ikan paus negeri yaitu Bos TW atau yang punya Pak Mentri Djan Faridz ga tau saya nebak saja.

Saya sebagai murid beberapa kali ngobrol2 dengan Pak Haji, khususnya saat beliau saya jemput untuk melihat beberapa lokasi Mall2 seperti Ciputat, Mall Tangerang atau saat pulang dari pertemuan TDA kebetulan rumah saya dgn Pak Haji satu arah jadi beliau ikut dengan saya. Saat2 ngobrol di mobil adalah waktu saya dengan beliau, saya sering bertanya apa saja mengenai bisnis atau mengenai akidah akidah sebagai penganut muslim. Tentu saja saya manfaatkan dengan baik kesempatan ngobrol tersebut, ini namanya mentoring bisnis gratis, sambil menikmati macetnya jalan di Jakarta.

Saat aqiqah cucu beliau,ada kalimat dalam tausiah yg tidak pernah saya lupakan "Jangan pakai akal dalam kehidupan tetapi pakai iman", contohnya saat siti hajar mencari air utk minum berlari2 dari bukit shaffa & marwa sebanyak 7 kali gak pake akal tapi sgt yakin pasti ada air dan akhirnya keluarlah air yg tdk pernah berhenti mengalir sampai sekarang yang kita sebut sebagai air zam2,

Begitu juga dgn Nabi ismail saat umur 13thn, nabi ibrahim bermimpi 3x utk menyembelih Nabi Ismail, dan tanpa bertanya-tanya Nabi Ismail dgn ikhlas & sabar menyetujui permintaan orang tuanya Nabi Ibrahim untuk di potong lehernya tanpa menggunakan akal dan terjadilah keajaiban seperti di potong adalah qibas atau domba

Pak Haji lanjut bercerita tentang Nabi Muhammad, bahwa untuk menjadi orang hebat harus & pasti melewati terpaan cobaan2 yg berat spt Muhammad SAW saat kecil, kalo ada ujian cobaan yg berat maka Allah akan mengangkat derajat apabila lulus dalam ujian tsb begitu wejangan beliau.

Kalimat apik dari kawan saya yang saya kutip: Pelaut Ulung tidak mungkin lahir di kolam renang, pelaut ulung lahir lewati rintangan disamudera yang dahsyat mengguncang kapalnya. Kalo yang lahir di kolam renang mah paling anak kodok alias cebong... kalimat yg terakhir itu ciptaan saya yaa hehe

Menurut Pak Haji, kepahitan hidup jgn sebut racun jgn dimuntahkan boleh jadi itu obat kita untuk naik derajat bgitu juga sebaliknya kalo manis dlm hidup jgn bersenang2 dahulu boleh jadi itu racun bila kita terlena. Nah buat yang saat ini sedang menelan pil pahit jangan di muntahkan dulu, di rasakan aja pahitnya,... lama-lama enak juga kok... enak-enak pahit maksudnya.. haha nah itu juga kalimat tambahan saya

Semua cita2 kita bisa tercapai dengan kesungguhan kekuatan dan ke solehan kita, kita bisa mencapai kekayaan mjd konglmerat sekalipun krn saat ini gunung himalaya bisa di daki sampai puncak dengan kesungguhan dan kekuatan serta ke solehan Insya Allah, jangan putus asa kawan hiduplah dengan iman bukan dengan akal, semua hal bisa di raih semua bisnis bisa kita lakukan, semua target dan cita-cita bisa kita capai tinggal kesungguhan kita untuk mencapainya dengan kerja keras kerja cerdas dan kerja ikhlas

Semoga bermanfaat, tulisan sore hari mendung nunggu hujan di pusatnya Jakarta


Agus Ali

Sunday, April 17, 2011

Jadilah seorang Marketing yang juga Salesman



Tau gak bedanya Marketing dan Sales? Marketing adalah aktifitas dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikannya yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Kalo Sales adalah kegiatan yang fokus pada penjualan produk atau meningkatkan penjualan suatu produk.

Kalo marketing harus menjaga hubungan baik dengan pelanggan sebelum dan sesudah terjadi penjualan artinya melakukan pendekatan sebagai seorang konsultan, pendekatan dalam hal ini bisa sebagai seorang teman bahkan bisa sebagai sahabat dari pelanggan itu. Contoh yang sukses ya Malinda Dee sang fenomenal sampai-sampai pelanggan percaya uangnya di kelola secara pribadi ke MD, sayangnya MD tidak amanah dan rakus akibatnya fatal.

Barangkali itu awal diskusi saya dengan karyawan di perusahaan yang saya pimpin dan pastinya perusahaan milik saya sendiri. Pertanyaan tentang bedanya marketing dan sales itu sebenarnya pertanyaan basic, standard banget tapi banyak yang belum mengerti konsepnya dan contoh dilapangan pastinya. Banyak dari karyawan kita yang masih belum paham tentang beda marketing dan sales atau kita sendiri juga belum paham??? siapa tau.. banyak yang bilang wah saya kan cuma jualan kue, cuma jualan kopi, cuma jualan baju jadi ga perlu ilmu itu. Justru itu kalo di praktekin penjualan bisa berkali-kali lipet.

Kemudian saya cerita saat saya sebagai posisi pelanggan yang ingin beli sound system mobil di pusat otomotif kemayoran. Saat saya di prospek oleh pelanggan saya lebih suka dengan penjual yang bertindak sebagai konsultan, dia lihat kebutuhan saya, jenis sound system apa yang mau pasang yang lembut jazzy atau yang keras nge rock, lihat budget saya dan si penjual menyarankan saya untuk beli paket hemat thats it.

Begitu juga saat saya di posisi sebagai penjual. Sabtu dan minggu adalah hari saya sebagai pelayan dan penjual, saya suka nongkrong di bengkel saya dari pagi sampe sore. Saya pake seragam mekanik nawarin paket-paket salon mobil dan tuneup kepada pelanggan. Pendekatannya sama dengan si penjual sound system, saya pake pendekatan konsultan, ajak ngobrol pelanggan yang baru dateng yang mobilnya lagi di cuci, biasanya seputar otomotif dan khususnya mobilnya dia. Kalo ngobrol2 soal mesin mobil ujung2nya akan saya larikan ke paket tuneup, kalo ngobrol2 soal body mobil ujung2nya akan saya larikan ke paket salon. Saya akan jelasin mengenai prosesnya dulu, bagaimana proses salon mobil bukan seperti salon mobil di Mall2 yang cuma 1-2 jam, proses salon mobil kita bisa 6-7 jam, di apain aja mobilnya saya jelaskan, obatnya apa aja, hasilnya bagaimana, biasanya pelanggan langsung oke kalo ditawarkan harga dan terjadilah proses jual beli.

Di kesempatan lain saya sering menyamar sebagai pelanggan juga di bengkel saya, kadang2 pelanggan lain sering saya ajak ngobrol, pastinya sesama pelanggan bisa curhat keluarin uneg2, saya sering tanya, dulu di bengkel mana? kenapa pindah? bengkel disini bagus gak? mekaniknya amanah gak? saya justru tanya yang krusial sama pelanggan bisa gak mekaniknya di suruh benerin mobil di luar? Kalo pelanggan itu tanya saya pasti saya sebagai pelanggan pastinya saya akan bicara yang terbaik,... mana ada pemilik perusahaan jelek-jelekin usahanya.

Gimana sih kalo contoh sales yang gak bener, wah banyak coba deh naik kereta api dari jawa yang berhenti di stasiun cirebon ada penjual sale pisang yang nakal, kalo dilihat dan di pegang keliatan tebel dan banyak coba dibuka kita di bohongin abis-abisan isinya cuma dikit, pak roni yuzirman pernah kena tuhh,.. Pernah kecele gak beli rambutan yang paling manis gak taunya rambutan biasa yang di gunting,.. atau beli salak pondoh yang manis cuma sampelnya aja kalo beli 2 kilo ya 1 1/5 kilonya asem... nah itu contoh sales banget yang penting barangnya laku di jual terserah pelanggan mau ngomong apa setelah beli mau maki-maki atau bersyukur ga penting buat si sales yang penting target penjualan tercapai.

Semoga bermanfaat



Agus Ali
Owner, Marketer and Salesman
http://agusali.blogspot.com

Thursday, April 14, 2011

Komunitas Mitra Netra Komunitasnya Tuna Netra


Saat saya di ajak pertemuan CSR oleh perusahaan FIF, ketemu dengan sosok yang agak beda. Akhirnya kenalan dengan Bu Ria namanya, penyandang tuna netra.. gaya bicaranya yg lugas semangat membuat saya tertarik untuk berkenalan dan tukeran kartu nama.

Bu Ria kasih saya kartu nama dengan embel2 Komunitas Mitra Netra, saya sebaliknya kasih kartu nama Komunitas TDA. Akhirnya kita ngobrol2 ketemulah satu kesimpulan bahwa komunitas Mitra Netra adalah komunitas yang isinya para Tuna Netra, kebanyakan sudah dewasa.

Saya mewakili TDA bicara soal komunitas TDA atau komunitas wirausaha dan kita sepakat saya siap di undang untuk kasih pelatihan wirausaha kepada komunitas Mitra Netra. Saya asal ceplos waktu itu dan Bu Ria langsung setuju akan undang dan temen2 wirausaha lainnya di komunitas TDA untuk mengajarkan wirausaha. Sempet Bu Ria cerita dulu pernah ketemu Mas Hendy Setioni Baba Rafi untuk minta diajarkan wirausaha tapi mungkin kesibukan Mas Hendy jadi belum terlaksana.

Setelah pertemuan itu setiap ada Tuna Netra yang lewat saya lantas berfikir gimana caranya para tuna netra bukan hanya bekerja yang melulu sebagai (maaf) Tukang Pijit. Pernah saya lihat satu keluarga tuna netra suami istri pagi2 nge drop gorengan ke tukang nasi uduk untuk di titip jual, lantas saya bertanya lagi gimana mereka menggorengnya yaa???

Kebetulan saya punya 3 unit gerobak dorong nganggur yang pernah saya beli dari temen tetangga yang baru wirausaha fried chicken fried chickenan tapi gagal, kenapa engga saya kasihkan ke para tuna netra itu sekalian kasih modalnya???, pertanyaan lagi gimana mereka gorengnya, gimana para tuna netra itu beli bahan2nya... wah pokoknya gak nyambung atau saya yang gak nalar,.. belum pernah bergaul sama para tuna netra sih.

Kemaren siang saya di telpon oleh Komunitas Mitra Netra, rekannya Bu Ria mereka minta saya untuk mengajarkan wirausaha tgl. 29 April 2011 hari jumat sekitar jam 2, saya agak kaget dan tanya-tanya sedikit apakah berupa workshop atau sekedar membuka mindset tentang wirausaha atau apa? mereka menjelaskan ya buat para pemula wirausaha katanya,.. saya langsung oke kalo sekedar sharing ngobrol dsbnya.

Kalau berupa workshop mungkin saya harus minta bantuan temen2 komunitas TDA yang mau memberikan workshop bagaimana membuat produknya dan menjual produknya sampai ke tangan konsumen. Saya bayangin akan jadi tantangan tersendiri buat temen2 TDA, saya gak mau bilang sulit karena apapun bisa terjadi dan bisa kita lakukan.

Pelatihan ini akan berlanjut terus, pertemuan saya yang pertama dengan komunitas Tuna Netra juga saya mohon bantuan temen2 dari pengurus TDA pusat pengurus TDA wilayah bisa Depok atau Jakarta Selatan untuk hadir dan ngobrol2 sharing tentang wirausaha yang mudah dan murah untuk para pemula usaha penyandang tuna netra tgl 29 April 2011.

Pak Rosihan, Pak Didi, Pak Irwan Chapter, Pak Iwan Semerbak dan temen2 lain-lainnya mohon bantuan untuk bisa kita lakukan kegiatan sosial langsung kepada orangnya sesuai dengan kebisaan kita sebagai wirausaha. Ihklaskan ini adalah sedekah, kalo sedekah kata Mas Ippho pasti kita akan menerima imbalannya gak pake Insya Allah.


Wassalam

Agus Ali

Friday, November 5, 2010

Semangat TEMPE ala TDA


TDA = Tangan Di Atas maknanya memberi lebih baik daripada menerima,.. memberi bukan hanya uang bisa manfaat, nasehat, tulisan dan catatan serta bantuan lain bisa sekedar informasi atau doa. Artinya banyak-banyak memberi aja soal menerima urusan lain, urusan TDA hanya memberi memberi dan memberi

Barangkali itu maknanya waktu dulu pertama saya Agus Ali, Pak Roni, Pak Iim, Pak Her, Pak Hantiar, Bu Yulia, Pka Abduh, Pak Ipung, Pak Hasan, Pak Budi Rachmat dll menerima wejangan dari Pak Haji Alay saat kita kumpul di RM Sederhana di Jl. pemuda rawamangun.

Kemudian kita berkumpul untuk Take Action langsung buka bisnis saat di tawari Pak Haji Alay di kios beliau di Mangga dua, kemudian kita yang di sebut sebagai Founder TDA karena membuat milis TDA yang awalnya hanya belasan orang dan tertutup akhirnya sekarang menjadi 16.000 anggota versi di web tda, dan kita buat web tda www.tangandiatas.com, begitulah sampe saat ini sementara kita gak menyangka hasil kumpul2 di pojokan ITC Mangga 2, saat semua toko tutup kita malah baru mulai diskusi di lanjuti diskusi di rumah Pak Hantiar, rumah Pak Roni, di restoran dll pokoknya nomaden aja yg penting kumpul.

Di antara sekian founder uniknya semua punya semangat masing-masing, Pak Roni semangat menulis di blog dan milis, saya dan lainnya meng kompori tulisan dan ide pak roni menjadi realisasi. Ada yang bisa menjadi EO, kontak pembicara, kontak ruangan tempat kumpul, kontak nasi bungkus kontak transportasi dll semua memberikan semangat dan saling menyemangati ala orang Indonesia yang suka bergotong royong ga ada tuh yang cuma nunggu dan meminta-minta semua memberikan kontribusi.

Saya lucu aja dan ketawa saat ada member TDA yang nulis kalo sekarang ini TDA itu TEMPE mungkin dia merasa kok ga ada tulisan dari senior2 lagi utk menyemangati dia, hehehehe saya lucu aja kalo di bilang TEMPE justru gak marah lah wong tempe makanan favorit saya juga makanan favorit founder2 yang lain,... makanya cerita yang kita tulis cerita di Blog Pak Roni Pak Iim dll itu cuma cerita TEMPE artinya cerita tentang menjadi pengusaha kecil bagaimana memulai, strategi mengatasi masalah cerita sehari-hari aja kok, cerita tempe kan, share informasi dll jadi dengan semangat TEMPE lah TDA ini di didirikan dan menjadi besar sampai saat ini. Maka itu jangan menyepelekan "TEMPE" karena TEMPE gizinya sangat tinggi sekali, di badan saya yang besar ini dari kecil sampai tua begini isinya tempe tiap hari hehehe.

Kami dulu membuat komunitas TDA ini punya program Pay It Forward, Pak Roni sudah sukses menyemangati saya dan temen2 lain yang belum lewat blog ngobrol bertemu cerita strategi dll. Setelah kami alhamdulillah sudah lumayan sukses gantian yang menyemangati lewat blog cerita ngobrol sharing bisnis dll. Harusnya begitu juga dengan member2 TDA yang katanya sudah terbakar, kemudian bakar kapal jadi pengusaha jadi pengusaha full dan alhamdulillah sukses, yang jadi pertanyaan saya sharingnya mana????

katanya member TDA yang hanya memberi tak harap kembali kok cuma pengen nerima tulisan Pak Roni dll aja,... justru menurut saya, organisasi di komunitas TDA ini gagal membuat membernya menjadi leader2 gagal membuat membernya menjadi Pak Roni Pak Roni baru buktinya ya itu masih minta tulisan masih minta di semangati,... ayo dong ini waktunya anak muda bicara ini waktunya member2 setelah generasi kita yang sukses yang bicara,.. kita sebagai pengurus organisasi TDA mau mundur nih jadi pengurus,.. ayo jadi pemimpin-pemimpin baru TDA, beri semangat ke member baru jangan minta di semangati... sekarang anda lah yang menyemangati buat tulisan2 penyemangat di blog, share cerita winning, berikan informasi wirausaha,... nanti semua bergilir setiap 3 -5 tahun... ke depan TDA punya banyak sekali leader2 bisnis itu target kita sebagai founder TDA

Ayo mari kita memberi dan berbagi sebanyak-banyaknya, ayo kita aktif di TDA,... TDA itu punya kita semua, TDA itu punya semua yang merasa menjadi member TDA, TDA bukan punya saya dan founder, hilangkan pola pikir menunggu dan menerima,.. ayo jadi pemimpin pemimpin baru TDA.


Wassalam


Agus Ali S
Founder TDA
Direktur II TDA

Tuesday, October 19, 2010

Sang Ahli SDM


Buat saya forum jumat TDA minggu ini sangat dinanti-nanti. Karena saya tahu kapasitas sosok Yodhia Antariksa yang sangat profesional dan sudah malang melintang di dunia HR puluhan tahun.

Saya kenal deket dengan beliau saat di bengkel Nissan Halim waktu itu kami sama-sama ke bengkel Nissan di daerah halim dan langsung tegur sapa, maklum TDA yaa sok kenal aja dulu,.. dan memang langsung akrab.

Saat itu saya tanya apa keahlian nya, apa nama website (walaupun pak roni yuzirman sering informasikan tapi saya belum update), siapa pelanggannya, apa aja yang di berikan ke pelanggan yahh saya bersikap sebagai orang awam yang memang bener2 awam soal HR.

Saya tertarik dengan ke profesional an Pak Yodhia yang pelanggannya bukan cuma perusahaan kecil bahkan Grup Astra pun menggunakan jasa beliau. Kemudian saya ceritakan mengenai perusahaan saya dan tim yang saya buat dan kita sepakat untuk ketemu di kantor saya untuk miting dengan Tim marketing saya.

Setelah miting tentang produk2 Pak Yodhia tentang Key Performance Indicator KPI tentang Assesment dll. Gak lama tim saya jualan berhasil jualan produk Pak Yodhia dengan nilai hampir 300 juta,.. amazingly surprise buat saya. Ketemu ga sengaja ngobrol kerjasama jualan dan berhasil ... thats it sedemikian simplenya SOP dengan nilai ratusan juta.

Begitu juga saat Mastermind kami pernah undang beliau untuk sharing bagaimana menangani masalah SDM yang ada di UKM khususnya di perusahaan kita masing-masing, dan pak yodhia memberikan jurus2 ampuhnya yang simple dan membumi menurut saya bagaimana cara2 yang manusiawi atau memanusiawikan SDM mulai dari Iklan untuk calon karyawan, Tes dan Interview pegawai, Pelatihan Pegawai, Peningkatan Jabatan dan Karir pegawai dan seterusnya sesuai dengan jenis perusahaannya.

Dari diskusi jelas sekali bahwa Pak Yodhia memang pakarnya SDM dan langsung bisa di praktik kan di lapangan, buktinya pelanggan saya yang saya dapatkan bersama Pak Yodhia yaitu PT. Bogor Nirwana Resort sangat puas hasil dari proyek konsultan yang dilakukan Pak Yodhia dan Tim.

Wassalam

Agus Ali