Tuesday, May 20, 2008

Bagaimana Memulai Usaha


Menjadi Wirausaha atau mendirikan usaha kadang memang susah susah gampang atau gampang gampang susah, kalo sudah memulai dan menjalankannya emang enak, cuma kalo mulai dari awal atau nol atau blank sama sekali ini yang sulit.

Bahkan beberapa temen yang sudah sekolah di kelas2 enterprener saja masih bingung mau berbisnis apa, banyak yang masih mencari model-model wirausaha yang cocok buat mereka, saking asiknya cari-cari model malah gak mulai-mulai atau gak action-action karena masih di itung-itung katanya. Ada juga sih yang mulai bikin usaha, yahh modal nekat aja, tapi paling-paling cuma bertahan 1, 2 atau 3 bulan setelah itu tutup dan menganggap bahwa bisnis itu sulit, susah, gak cocok dsbnya, pokoknya mundurlah dari niatan menjadi pengusaha, sayang yaa... harusnya sih terus aja bertahan, fokus dan komitmen pastilah suatu saat akan bisa dipetik hasilnya.

Saya sendiri mengalaminya, dulu sewaktu awal saya sempet buka usaha konveksi, ikutan MLM, bangun merek fashion sendiri, sampai jualan di ITC Mangga Dua, semua saya lakonin, hasilnya Alhamdulillah tutup semua, saya positif aja ini bagian dari proses mencari model bisnis, yang pasti ada biayanya lah.. maksudnya biaya belajar untuk berbisnis,.. untung dan rugi menjadi hal yang biasa buat saya.

Sampai pada suatu titik saya mendapatkan model bisnis yang menurut saya GUE BANGET nih,.. yaa saya coba untuk ikutan membuka franchise Auto Bridal bisnis jasa otomotif untuk Cuci dan Salon Mobil, saya katakan GUE BANGET karena ini hobi saya ... yah saya memang hobinya otomotif dari kecil, sampe pernah kerja di Mitsubishi grup selama 13 tahun dan sering nge tes kendaraan Mitsubishi yang anyar-anyar punyanya bos he he.. lumayanlah buat nyalurin hobi ngebut..

Ada juga usaha lainnya yaitu IT Training & Education serta konsultan, lewat payung PT. Mitra Global Sejahtera (www.400education.com) saya salurkan knowledge dan skill saya dibidang IT selama belasan tahun di bisnis ini. Saya yang lulusan MM Sistem Informasi di BINUS kayaknya memang gak bisa lepas dari dunia IT, sayangkan knowledge, skill, networking dan informasi yang sudah di bangun belasan tahun gak dimanfaatkan, jadilah perusahaan ini menjadi saluran saya di bidang IT.

Cukup 2 aja jenis usaha saya, di otomotif sebagai hobi dan di IT sebagai penyaluran knowledge dan pengalaman ,.. nggak banyak kan ?? justru dari 2 jenis usaha ini sebenarnya bisa dikembangkan dan saya rasa sudah on the track untuk mengembangkan bisnis di bidang otomotif dan IT ini.

Nah buat temen-temen yang baru memulai usaha, berikut ada beberapa sumber ide bagaimana kita memilih jenis usaha yang simpel, sederhana, gampang dimulai dan ujung-ujungnya pasti profit yang menghasilkan duit buat anda, semua usaha ini pastinya yang masih berhubungan dengan diri kita sendiri,.. inget yaa diri kita sendiri .. jangan bergantung dengan orang lain.

Sumber ide dari pekerjaan dan Keterampilan.

Pekerjaan yang kita tekuni, dan keterampilan yang sudah kita miliki merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah (pekerjaan yang telah sekian lama kita jalankan, dan keterampilan yang sudah kita kembangkan) insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki.

Misalnya seseorang karyawan yang pernah bekerja di perusahaan kosmetik dan menjadi tenaga penjual di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun perusahaan kosmetiknya. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Contoh lain, ada orang yang juga memulai karier di perusahaan penerbitan milik orang lain. Ia bahkan sempat belasan tahun menimba ilmu di perusahaan ini dan menajamkan keterampilan editing dan pengelolaan bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha penerbitannya sandiri.

Sumber ide dari minat dan hobi.

Sumber kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah minat dan hobi yang kita miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi (misalnya: minat dan hobi). Ini merupakan modal kuat bagi seorang wiraswastawan yang menekuni dunia yang memang ia cintai.

Contohnya Bill Gates mengandalkan hobi dan minatnya di bidang komputer sebagai sumber ide memulai kerajaan bisnisnya yang sekarang telah menggurita di seluruh dunia. Beberapa mantan olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan lain-lain, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, dan toko peralatan olah raga.

Sumber ide dari pengalaman.

Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain (apa yang kita alami, ataupun yang dialami oleh orang lain), selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan "baru" untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian.

Contoh: ada seorang kawan saya yang mengalami pesta pernikahan yang kacau balau, dari mulai pertengkaran antar keluarga besan, souvenir yang rusak, listrik yang padam saat berlangsungnya resepsi, makanan yang keburu habis, sampai baku hantam dengan petugas keamanan setempat.

Dari pengalaman buruknya , kawan saya melihat pentingnya ada profesi yang bisa membantu orang menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan cara yang profesional. Ide ini kemudian dia kembangkan dengan membuka usaha jasa wedding organizer dan penyelenggaraan acara-acara pesta lainnya.


Sumber ide dari pengamatan.

Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis.

Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswastawan. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan.

Misalnya Dari hasil pengamatannya terhadap masyarakat kita bisa lihat dan mengidentifikasi kebutuhan wanita-wanita bekerja saat ini untuk pengasuhan anak mereka yang masih balita. Ide ini dituangkan menjadi peluang bisnis yang kemudian diwujudkannya dengan mendirikan tempat penitipan anak balita sekaligus tempat bermain dan belajar.

Semoga bermanfaat


Wassalam

Agus Ali S,
http://agusali.blogspot.com
Autobridal 32 Cipinang (Jakarta)
Autobridal 22 Cimanggu (Bogor)
Autobridal 23 Semeru (Bogor)
Bengkel Resmi Suzuki Selabenda (Bogor)

PT. Mitra Global Sejahtera
www.400education.com
Bring Your Problems to our IT Training & Education

1 comment:

rado said...

artikel yang bagus..