Wednesday, August 8, 2012

I'TIKAF Obati Rindu hanya Berdua dengan Allah SWT


Kapan lagi,merasakan suasana “berdua” dengan Allah?

Sesungguhnya Allah SWT menjadikan sebagian hari atau malam lebih utama dari hari atau malam lainnya.Dan pada momen-momen berharga itu,tidaklah Allah membiarkannya berlalu kecuali kita diperintahkan melakukan ketaatan-ketaatan tertentu.

Di saat-saat yang istimewa itu, orang yang sanggup melakukan amal shalih adalah orang yang dilapangkan dadanya untuk saling berlomba dan saling “mengalahkan”, demi mendapatkan kedudukan dan derajat yang paling tinggi.

Dan sarana perlombaan itu,seperti diungkapkan Ibnu Rajab,”Menyendiri yang disyariatkan untuk umat ini yaitu : I’TIKAF.

Khususnya di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di sepuluh hari terakhir bulan tersebut, seperti yang dilakukan Nabi Saw.

Orang yang ber I’tikaf telah mengkhususkan dirinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan berdzikir mengingat-Nya. Dia memutus dirinya dari segala kesibukan duniawi, memusatkan hatinya dan menghadapkannya kepada Rabbnya dengan melakukan apa saja yang bisa mendekatkannya kepada-Nya.

Maka makna I’tikaf adalah “Memutus segala hubungan dengan segala makhluk untuk dapat berkhidmat kepada Sang Pencipta”

“Di antara orang-orang yang takut pada Allah ada yang duduk di keheningan malam, menengadahkan kepalanya dan mengangkat tangannya seperti pengemis. Itulah wajah kerendahan dan kepasrahan dan yang paling nyata...dengan begitu doa akan diijabah.”
(Imam Ibnu Rajab Al Hambali)

Kuatkan Doa,karena di sinilah Allah mengijabah doa-doa kita.

Banyak sekali saat ini godaan untuk tidak melakukan I'TIKAF mulai dari pekerjaan, keluarga, undangan buka puasa atau sahur bersama, belanja di Mall bahkan ngabuburit buang waktu sampai buka puasa.

1. Untuk Pekerjaan sebenarnya I'TIKAF bisa dilakukan sambil bekerja, malemnya I'TIKAF pagi nya bekerja seperti biasa begitu seterusnya, tidur tetap di mesjid

2. Untuk Keluarga Insya Allah bisa dimengerti bila di jelaskan baik-baik bahwa kita akan fokus ke ibadah untuk 10 hari terakhir ramadhan dan bener2 ibadah, sholat, tadarus, tarawih, tahajud, dhuha, kajian hadist dan Alquran

3. Undangan sahur atau buka, katanya sih untuk silaturahmi tetapi menurut saya kita bisa tolak dengan halus bahwa ingin fokus ke ibadah di 10 ramadhan terakhir pasti yang mengundang mengerti dan paham bahwa kita sedang mencari ridho dan rahmat Allah SWT

4. Belanja di Mall ini juga sebenarnya ga perlu dijelaskan apalagi melakukan pekerjaan sia-sia seperti ngabuburit habisin waktu, astagfirullah al azhim, sia-sia hidup kita bila habisin waktu ber jam-jam tiap hari. Belanja bisa dilakukan oleh istri atau ibu serahkan ke ahli nya belanja :)

Saat ini godaan di luar sangat-sangat banyak, sekedar pemandangan indah wanita yang tidak menutup aurat, televisi, macet jalanan yang bisa bikin naik pitam dan lain-lain yang bila kita tidak mampu berpaling akan mengurangi pahala puasa kita.

Mari kita fokus I'TIKAF di 10 hari ramadhan terakhir.

SELAMAT MELAKSANAKAN dan MENJALANKAN I’TIKAF

Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan untuk melaksanakannya.

Wass


Agus Ali

1 comment:

bagus wicaksono said...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Mas agus.
Bisakah I"tikaf dilakukan diluar bulan ramadhan?trimakasih.wassalamualaikum