Thursday, April 14, 2011

Komunitas Mitra Netra Komunitasnya Tuna Netra


Saat saya di ajak pertemuan CSR oleh perusahaan FIF, ketemu dengan sosok yang agak beda. Akhirnya kenalan dengan Bu Ria namanya, penyandang tuna netra.. gaya bicaranya yg lugas semangat membuat saya tertarik untuk berkenalan dan tukeran kartu nama.

Bu Ria kasih saya kartu nama dengan embel2 Komunitas Mitra Netra, saya sebaliknya kasih kartu nama Komunitas TDA. Akhirnya kita ngobrol2 ketemulah satu kesimpulan bahwa komunitas Mitra Netra adalah komunitas yang isinya para Tuna Netra, kebanyakan sudah dewasa.

Saya mewakili TDA bicara soal komunitas TDA atau komunitas wirausaha dan kita sepakat saya siap di undang untuk kasih pelatihan wirausaha kepada komunitas Mitra Netra. Saya asal ceplos waktu itu dan Bu Ria langsung setuju akan undang dan temen2 wirausaha lainnya di komunitas TDA untuk mengajarkan wirausaha. Sempet Bu Ria cerita dulu pernah ketemu Mas Hendy Setioni Baba Rafi untuk minta diajarkan wirausaha tapi mungkin kesibukan Mas Hendy jadi belum terlaksana.

Setelah pertemuan itu setiap ada Tuna Netra yang lewat saya lantas berfikir gimana caranya para tuna netra bukan hanya bekerja yang melulu sebagai (maaf) Tukang Pijit. Pernah saya lihat satu keluarga tuna netra suami istri pagi2 nge drop gorengan ke tukang nasi uduk untuk di titip jual, lantas saya bertanya lagi gimana mereka menggorengnya yaa???

Kebetulan saya punya 3 unit gerobak dorong nganggur yang pernah saya beli dari temen tetangga yang baru wirausaha fried chicken fried chickenan tapi gagal, kenapa engga saya kasihkan ke para tuna netra itu sekalian kasih modalnya???, pertanyaan lagi gimana mereka gorengnya, gimana para tuna netra itu beli bahan2nya... wah pokoknya gak nyambung atau saya yang gak nalar,.. belum pernah bergaul sama para tuna netra sih.

Kemaren siang saya di telpon oleh Komunitas Mitra Netra, rekannya Bu Ria mereka minta saya untuk mengajarkan wirausaha tgl. 29 April 2011 hari jumat sekitar jam 2, saya agak kaget dan tanya-tanya sedikit apakah berupa workshop atau sekedar membuka mindset tentang wirausaha atau apa? mereka menjelaskan ya buat para pemula wirausaha katanya,.. saya langsung oke kalo sekedar sharing ngobrol dsbnya.

Kalau berupa workshop mungkin saya harus minta bantuan temen2 komunitas TDA yang mau memberikan workshop bagaimana membuat produknya dan menjual produknya sampai ke tangan konsumen. Saya bayangin akan jadi tantangan tersendiri buat temen2 TDA, saya gak mau bilang sulit karena apapun bisa terjadi dan bisa kita lakukan.

Pelatihan ini akan berlanjut terus, pertemuan saya yang pertama dengan komunitas Tuna Netra juga saya mohon bantuan temen2 dari pengurus TDA pusat pengurus TDA wilayah bisa Depok atau Jakarta Selatan untuk hadir dan ngobrol2 sharing tentang wirausaha yang mudah dan murah untuk para pemula usaha penyandang tuna netra tgl 29 April 2011.

Pak Rosihan, Pak Didi, Pak Irwan Chapter, Pak Iwan Semerbak dan temen2 lain-lainnya mohon bantuan untuk bisa kita lakukan kegiatan sosial langsung kepada orangnya sesuai dengan kebisaan kita sebagai wirausaha. Ihklaskan ini adalah sedekah, kalo sedekah kata Mas Ippho pasti kita akan menerima imbalannya gak pake Insya Allah.


Wassalam

Agus Ali

1 comment:

Awalia nur baeti said...

komunitas mitra netra alamatnya dimana ya mas? disana jumlah anggotanya berapa? tolong balas ke email saya betyasya@yahoo.co.id terimakasih