Thursday, May 17, 2007

Tips Membuat Merek Sendiri

Assalamualaikum rekan-rekan milis tangan diatas,

Berikut akan saya ceritakan sedikit mengenai pembuatan merek sendiri. Seperti saya ceritakan sebelumnya pada waktu saya dateng ke pertemuan dengan Pak Haji Alay di restauran sederhana, saya ingin sekali menjual produk saya sendiri yang berupa kaos muslim, tetapi kemudian berdasar pengamatan dan melihat situasi di Tnh Abang dan Mangga 2 akhirnya saya putuskan untuk menjual baju anak-anak muslim dan fashion dengan dimulai dari umur 6 bulan sampai 12 tahun (kelas 1 atau 2 SMP).

Pada waktu baju anak-anak tsb diproduksi (kira-kira 2 minggu lalu) saya belum ada merek sama sekali dan saya liat kondisi dilapangan sangat memerlukan merek yang baik sebagai identitas produk kita. Saya melihat merek Ibu Waru sangat bagus dengan konsep produk yang spesifik dan packaging yang menarik di tokonya kelihatannya Ibu Waru akan eksis lebih lama. Akhirnya saya diskusi dengan istri saya untuk mencari identitas yang jelas untuk produk kita, supaya orang yang beli bisa tahu produk ini mereknya apa dan belinya dimana, dan akan lebih senangnya lagi kalo pembeli itu tahu bahwa itu adalah merek kita sendiri dengan desain sendiri dan menjadi kebanggan sendiri juga.

Untuk pembuatan merek tahap awal kami list nama-nama yang cocok yang sangat berhubungan dengan konsep dan jenis produk yang akan kita jual. Saya mulai dari nama anak saya, singkatan nama anak-anak saya, nama-nama umum, nama-nama muslim, nama-nama berbau jawa dan Indonesia, juga nama-nama barat, istilah barat, kata-kata yang menarik dan lucu.

Pengalaman dalam membuat merek sempet saya pernah diskusikan dulu bersama rekan dari SAM DESIGN, bahwa merek itu harus singkat, mulai dari 2 huruf sampai 5 huruf, gampang diucapkan, lucu, menarik dan pengertiannya mendalam. Rekan dari SAM DESIGN dulu pernah usul ke saya kalo merek yang bagus waktu itu tahun 2005 biasanya ada huruf x atau v atau z atau s, misalnya kalo mobil (saya sekarang kerja di otomotif, PT. KTB - Mitsubishi) itu VIOS, GRANDIS, MAVEN, JAZZ, atau XTRAIL, dll. Dulu waktu masih culun (2003), saya pernah membuat baju muslim dewasa dengan bahan yang bagus dan mereknya Clump Be (baca kelambi - dalam bahasa jawa), bahasa indonesianya baju.

Hasilnya terus terang kurang bagus, saya introspeksi sebenarnya bukan hanya mereknya saja yg kurang bagus, cara penjualannya juga kurang tidak punya networking yang bagus, tidak punya kios, belum kenal sama rekan-rekan milis di atas dan belum masuk EU. Akhirnya jeblok dan saya sudah invest 30 juta, tidak tahu duitnya kemana aja. Pokoknya banyak deh kekurangannya. Dan 2 hari yang lalu saya membuat merek baju anak-anak muslim dan fashion dengan merek B'Cute, yang artinya lebih kurang 'Jadi Cakep Deh Aku Kalo Make Baju Ini" niat saya sih kalo Ibu-Ibu makein baju saya ke anaknya setelah Ibu tsb make-in baju ke anaknya terus diciumnya itu anaknya sambil ngomong " Wah Kamu Cakep / Cantik ya pake Baju Ini", bangga bener saya kalo denger ada Ibu yang ngomong gitu ke anaknya, sementara itu adalah produk kita yang dipake.

Temen-temen mungkin inget waktu kecil dulu kalo pagi atau sore abis mandi atau mau pergi jalan-jalan kita pasti di dandanin Ibu dan setelah dandan Ibu pasti cium kita dengan tulus setelah badan kita di bedakin supaya wangi dan pake baju cakep. Begitu juga waktu kecil kita bertamu ke saudara, kalo kita wangi (pake bedak wangi) dan pake baju yang lucu pasti kita diciumnya, indah bener masa itu yaa.. Dari penjelasan diatas berikut kesimpulannya :
  1. Buatlah list nama-nama dari dalam dan luar negeri, bukan hanya nama orang tapi kata sifat, lucu dan kesan baik dan punya makna yang dalem.
  2. Baca lagi list yang sudah kita buat untuk dikurangi, misalnya sudah buat 200 kata jadi berkurang serta tambahkan lagi bila masih ada ide lain.
  3. Tentukan konsep baju kita ke arah mana, dan merek kita akan berkesan apa terhadap pemakainya dan terhadap yang melihat.
  4. Tentukan 3 terbaik, diskusikan dengan orang lain atau istri sebagai best friend terdekat untuk menentukan hasil akhir.
  5. Buatlah di coret-coretan dengan huruf-huruf yang lucu dan bagus nanti bentuknya seperti apa, mainkan huruf-huruf tsb dengan warna atau non warna, backgroundnya seperti apa.
  6. Untuk lebih baik pake tools software Photoshop atau Coreldraw, minta orang lain yang ngerti software ini mengerjakannya, keluarin ide kita untuk membuat merek itu menarik.
  7. Cetak lah dan tentukan 1 diantara 3 pilihan itu yang paling bagus mana hasilnya, kalo bisa tiap merek dibuat 3 desain yg berbeda.
  8. Setelah ditentukan yang terbaik, di Tnh Abang (kemarin saya ke sana) ada jasa printing untuk pembuatan label dan hand tag -nya. Sebaiknya pergi ke sana dengan minimal order 1000 lusin (bisa lebih sedikit, jatuhnya lebih mahal).
    Konsultasikan dengan orang pembuat label itu sebaiknya merek kita lebar dan tinggi berapa, pake warna atau tidak, hand tag-nya besarnya seberapa, pake warna atau tidak. Kalo pake warna artinya lebih mahal, lebih besar ukuran lebih mahal, lebih bagus lebih mahal, untuk awal sebaiknya tidak perlu yang mahal dulu. Saya akan rekomendasikan temen-temen yang ingin buat merek sendiri, kemarin saya buat cukup murah untuk label print 700 per lusin (2 warna), untuk label hand tag 750 perlusin (5 warna) lokasi di sebelah Blok A Tnh Abang.
  9. Walaupun sudah murah biayanya pembiatan itu, sebagai pebisnis kita harus nawar, berapapun sampe titik darah penghabisan.

Demikian mungkin sharing saya buat temen-temen yang ingin membuat merek sendiri dan selanjutnya setelah ada merek tinggal di pakai di produk kita dan saya rasa kita akan lebih giat lagi berpromosi, la wong merek kita sendiri kok yaa, pasti cinta dan semangat banget untuk promosiin ke temen, kakak, saudara, teteh, kakek, nenek, milis, website, dan mohon doa ke Allah supaya merek kita (sambil disebutkan yg keras) bisa laku dan diterima orang dengan baik, Insya Allah.

Salam Funtasticc

Agus Ali

4 comments:

Isrikacha said...

Tulisan yang sangat bagus dan inspiratif.Terimakasih ya Pak.

cikalmart said...

yang juga tidak kalah pentingnya adalah how to the building brandwidth, perlu usaha konsisten, terus menerus melakukan perbaikan, sampai sebuah Brand melekat di mata para pelanggan dan calon pelanggan. Sukses selalu buat usahanya, salam-ardicikalmart.

mochi said...

masi inget alamat tokonya ga pak?
soalnya juga mao bikin label sendiri..cuma lagi bingung, mao bikin di mana... >_<
oh yah kira2 budgetnya brp pak..kalo boleh tau...jadi bs tau harga pasaranna..sy ga gtu pinter nawar =(
kirik ke fausta_s@yahoo.com..
tq yah^^

kuswanti said...

thank so much.....saya jadi lebih semangat dengan impian saya....